Pengajian Khoirotunnisa Puri Bintaro | Ustadz M Fatih Karim | Iman akan Mengokohkan Ukhuwah

20. August 2015 Tausiyah 0

Event : Pengajian Khoirotunnisa
Tanggal : 20 Agustus 2015
Tausiyah : Ustadz M Fatih Karim
Tema : Iman akan mengokohkan ukhuwah

Macam macam syukur :
1. Lisan
2. Perbuatan
3. Pikiran

Keutamaan syukur :
Qs Ibrahim : 7
Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan : Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih

Simulasi perbedaan Ayam dan Penyu :
Ayam ketika akan bertelur sangat berisik, padahal telur yang akan dikeluarkan hanya 1
Penyu ketika akan bertelur diam, padahal telur yang akan dikeluarkan banyak

Hikmah : Terkadang orang yang memiliki banyak prestasi, dia berusaha untuk menyembunyikan prestasinya. Namun terkadang orang yang tidak memiliki prestasi, dia malah sok aksi seakan akan dia berprestasi

Penting untuk mempelajari sesuatu dengan guru, karena belajar tanpa guru dikhawatirkan bisa sesat

Rick warren : Kita tidak harus menyenangkan semua orang

Pengertian Iman :
Iman adalah percaya dengan yakin atas sesuatu.

Macam macam hidayah :
1. Hidayah wijdan
Adalah potensi naluriah yang Allah Swt tanamkan pada manusia untuk bisa mempertahankan kehidupannya (insting atau naluri)
2. Hidayah hawas wal masya’ir
Adalah kemampuan inderawi untuk menangkap rangsang dari luar diri manusia seperti kemampuan merasakan dingin, panas, pahit, manis dll
3. Hidayah aqli
adalah kemampuan berpikir, kemampuan untuk memahami fenomena, kemampuan memberikan makna pada realita yang tertangkap oleh alat indera, akal dapat membantu kelemahan dan keterbatasan indera
4. Hidayah ad din
adalah hidayah berupa petunjuk petunjuk ajaran agama. fungsinya untuk membantu keterbatasan akal, agama berfungsi memberikan arahan arahan yang mampu melampaui keterbatasan akal, agama berbicara hakikat kehidupan, kematian, kebahagiaan dll

Perbedaan pengertian antara tadabbur dan tafakkur. Di dalam Al Quran kata Yatadabbaru hanya dikaitkan dengan Al Quran sedangkan tafakkur dihubungkan dengan hal hal yang menyangkut alam semesta. Tadabbur adalah annadaru fi awaqibi al umur melihatsesuatu yang fokusnya ke belakang. Sementara tafakkur adalah melihat dalil dalil, argumen argumen yang berhubungan dengan alam semest, peristiwa peristiwa, diri manusia sendiri atau sang pencipta dan lain sebagainya utuk ditafakkuri atau dipikirkan

Hikmah dari Abdurrahman bin Auf :

Dari Anas ra, telah berkata : “dan berkatalah Sa’ad kepada Abdurrahman:“Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya, silahkan pilih separoh hartaku dan ambillah! Dan aku mempunyai dua orang isteri, coba perhatikan yang lebih menarik perhatian anda, akan kuceraikan ia hingga anda dapat memperistrinya.!” Jawab Abdurrahman bin Auf: “Semoga Allah memberkati anda, isteri dan harta anda!, tapi tunjukkan letaknya pasar agar aku dapat berdagang!”

Beliau tidak mau hanya menerima pemberian, beliau mau bekerja dan berusaha

Hadist : Tidaklah beriman seseorang diantara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR Tirmidzi)

Turunnya ayat yang melarang minuman keras :
Larangan minum khamr (minuman keras), diturunkan secara berangsur-angsur. Sebab minum khamr itu bagi orang Arab sudah menjadi adat kebiasaan yang mendarah daging semenjak zaman jahiliyah. Mula-mula dikatakan bahwa dosanya lebih besar daripada manfaatnya, kemudian orang yang mabuk tidak boleh mengerjakan shalat, dan yang terakhir dikatakan bahwa minum khamr itu adalah keji dan termasuk perbuatan syaithan. Oleh sebab itu hendaklah orang-orang yang beriman berhenti dari minum khamr.
http://ahmadsudardi.blogspot.com/2013/06/turunnya-ayat-yang-melarang-minuman.html

Keutamaan ihsan :
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)
Hadits 2: Iman, Islam, dan Ihsan

Keutamaan rasa malu :
Hadist : Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang iman

Keutamaan menjauhi ghibah :
Qs Al Hujurat : 12
Wahai orang orang yang beriman, jauhlah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari cari kesalahan orang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik, dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah maha penerima taubat, maha penyayang

Keutamaan berkata baik :
Hadist : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam (HR Bukhori)

Hati hati ketika menerima broadcast, Jangan asal di forward :
Cukuplah seseorang dianggap pendusta ketika dia menceritakan (menyebarkan) setiap apa saja yang dia dengar

Keutamaan memberi makanan berbuka puasa :
Hadist : Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa maka baginya pahala yang semisal orang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun (HR Tirmidzi)

Keutamaan meminjamkan uang kepada orang yang kesulitan :
Barangsiapa meminjamkan (harta) kepada orang lain, maka pahala shadaqah akan terus mengalir kepadanya setiap hari dengan jumlah sebanyak yang dijaminkan sampai pinjaman tersebut dikembalikan (HR Muslim)

Tabarru’ adalah sumbangan atau donasi, Setiap peserta / shohibul maal memberikan sumbangan / mendermakan sebagian dari kontribusi untuk menolong peserta lainnya dalam menghadapi musibah. Dana tabarru’ artinya kumpulan dana yang berasal dari kontribusi peserta, yang dimasukkan untuk membayar santunan kepada peserta yang mengalami musibah atau pihak lain yang berhak sesuai dengan akad tabarru’ yang disepakati

Hadist : Tidak akan bergeser kedua kaki anak adam di hari kiamat dari sisi Rabbnya hingga dia ditanya tentang 5 perkara (yaitu) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya (HR Tirmidzi)

Pengertian wadiah :
Sebagai titipan dari 1 pihak ke pihak lain baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja penyimpan menghendakinya. Tujuan dari perjanjian tersebut adalah untuk menjaga keselamatan barang itu dari kehilangan, kemusnahan, kecurian dan sebagainya. Yang dimaksud dengan barang disini adalah suatu yang berharga seperti uang, dokumen surat berharga dan barang lain yang berharga disisi islam

Keutamaan menjauhi riba :
“Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, memberi makan dari riba, juru tulisnya dan dua saksinya. Beliau mengatakan: ‘Mereka itu sama’.” (HR Muslim)


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan