Pengajian Khoirotunnisa | DR Agus Setiawan, Lc, MA | Lezatnya Iman

15. November 2015 Tausiyah 1

Event : Pengajian Khoirotunnisa
Tanggal : 12 Nov 2015
Pemateri : DR Agus Setiawan, Lc, MA
Tema : Lezatnya Iman

Iman seseorang tidak hanya diuji ketika mendapatkan hal yang tidak disenanginya, Namun, Iman juga diuji ketika mendapatkan hal yang disenangi
QS Al Anbiya : 35
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan

Salah satu rukun iman adalah mengimani Nabi dan Rasul, padahal kita belum pernah melihat mereka
Keutamaan mengimani Rasulullah :
Berkata kepada kami Abdullah, berkata kepadaku bapakku, berkata kepada kami Hasan, ia berkata: saya mendengar Abdullah bin Lahi’ah berkata, berkata kepadaku Darraj Abu al-Samh, sesungguhnya Abu al-Haitsam berkata kepadanya dari Said al-Khudri dari Rasulullah saw sesungguhnya seseorang berkata kepadanya : Wahai Rasulullah, ‘thuba’ bagi orang yang menjumpai Engkau dan mengimani Engkau. Rasulullah berkata : ‘thuba’ bagi siapa yang menjumpaiku dan mengimaniku, dan kemudian ‘thuba’, dan ‘thuba’, dan ‘thuba’ bagi siapa yang mengimaniku meskipun tidak melihatku. Maka seseorang berkata kepadanya : Lantas, apakah thuba itu? Rasulullah menjawab: sebuah pohon di surga seukuran 100 tahun

Pengertian Iman :
Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata
Pengertian Iman

Jadi, apa yang dimaksud dengan Lezatnya Iman?
Adalah Rasa lezat karena memiliki keimanan di dalam hati

Lezatnya Iman :
Dari Anas ra, dari Nabi saw. bersabda, “Tiga perkara jika kalian memilikinya, maka akan didapati manisnya iman. (Pertama) orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya. (Kedua) agar mencintai seseorang semata-mata karena Allah swt. (Ketiga), tidak senang kembali kapada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah swt, sebagaimana ketidak-senangannya dilempar ke dalam api neraka.” (HR Bukhari Muslim dengan redaksi Muslim)
http://www.dakwatuna.com/2008/07/01/776/manisnya-iman/

Arti manisnya iman sebagaimana yang telah disebutkan oleh para ulama adalah merasakan lezatnya segala ketaatan dan siap menunaikan beban agama serta mengutamakan itu daripada seluruh materi dunia.

Apa ciri ciri orang yang merasakan lezatnya iman ?
1. Mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kepada yang lain
Contohnya apa?
a. Ridho dengan ketetapan Allah
b. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Alquran
Utsman bin ‘Affan berkata, Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.

Cek keadaan hatimu pada 3 kondisi ini :
– Ketika membaca Quran, Apakah ada respon hati kita terhadap bacaan Al Quran tersebut
– Ketika ziarah kubur, Apakah ingat mati
Jangan mempergunakan patokan bahwa orang yang sakit akan meninggal terlebih dahulu karena Betapa banyak orang yang sehat meninggal lebih dahulu dibandingkan yang sakit sekian lama
– Ketika shalat malam, Apakah hati kita tergerak untuk melakukannya

Ada beberapa informasi dari Al Qur’an dan Al Hadits yang menjelaskan keutamaan sholat tahajud diantaranya :
A. QS Al Isro’ : 79
Perintah sholat tahajud sebagai ibadah tambahan, dan pelakunya akan memperoleh tempat yang terpuji.
B. QS Al Muzzammil : 1-20
Perintah Sholat Tahajud pada sebagian malam, membaca Al Qur’an didalamnya dengan tartil. Sholat Tahajud sebagai media pendidikan yang diterapkan Allah kepada Rosulullah saw. Karena Rosulullah akan menerima tugas yang berat yaitu mengemban risalah Islam.
C. HR. Muslim dari Sa’ad ibn Hisyam ibn ‘Amir
Informasi dari ‘Aisyah bahwa sholat tahajud pada awalnya diwajibkan dan dijalankan oleh Rosulullah selama 12 bulan, kemudian turun ayat terakhir dari QS. Al Muzzammil, maka jadilah sholat tahajud sebagai ibadah tathowwu’ (sunah)
D. HR. Bukhori dari Abu Hurairoh
Bahwa Allah pada sepertiga malam yang akhir akan turun ke langit dunia, seraya berfirman : siapa yang berdo’a kepadaKu niscaya Aku beri, siapa yang mohon ampun kepadaKu niscaya Aku mengampuninya”.
E. HR. Muslim dari Abu Hurairoh :
bahwa sholat tahajud merupakan ibadah yang paling baik setelah sholat wajib.
F. HR. Bukhori dari Abdullah ibn Umar :
Untuk menjadikan sholat witir sebagai penutup atau akhir dari sholat di waktu malam.
http://diegomu.blogspot.co.id/2011/02/shalat-malam-yuk.html

Orang yang merasakan lezatnya iman, senang dengan berdoa untuk mewujudkan ketaatannya
Berikut adalah salah satu contoh hamba Allah yang taat dan bersyukur meski dilahirkan dalam kondisi buta
Doa yang dipanjatkan oleh Abu Qilabah :
Ya Allah kekalkanlah aku menjadi hamba yg bersyukur, karena Engkau telah melebihkanku berbanding hamba yang lainnya.

Rasulullah manusia paling mulia, mendoakan Anas bin Malik, dari doa ini, Allah mengijabah dengan memberikan umura yang panjang sehingga banyak hadist yang diriwayatkan oleh beliau
Doa Rasulullah untuk Anas Bin Malik :
Ya Allah, limpahkanlah harta dan anak kepadanya dan keberkahan untuknya

Nabi yang melaksanakan ketaatan kepada Allah, menyikapi ujian yang diberikanNya dengan bijak
Qs Ash Shaffat : 102
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab : Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar

Apa yang dirasakan oleh seseorang bila ia telah ridha terhadap Allah, agama dan Rasulnya?
1. Ia akan merasakan “Istildzadz at-Thaa’ah”, lezatnya ketaatan kepada Allah swt, baik dalam shalatnya, tilawah Qur’annya, pakaian dan pergaulan islaminya, perkumpulannya dengan orang-orang shaleh dan keterlibatannya dalam barisan dakwah
2. Ia juga akan merasakan “Istildzadz al-masyaqat”, lezatnya menghadapi berbagai kesulitan dan kesusahan dalam berdakwah. Kelelahan, keletihan, dan hal-hal yang menyakiti perasaannya akibat celaan orang karena menjalankan syariat Islam, atau bahkan mencederai fisiknya, semua itu semakin membuatnya nikmat dalam berdakwah. Semua inilah yang akan senantiasa melahirkan manisnya Iman.
http://www.dakwatuna.com/2008/07/01/776/manisnya-iman/

Muhasabah, Berikut semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari Muadz (Penghafal Al Quran yang buta)
Dalam wawancaranya dengan penghafal al-Quran kali ini, Syaikh Fahad al-Kanderi menjumpai Muadz, seorang anak penghafal Quran di Mesir yang mengalami kebutaan. Awalnya wawancara berjalan seperti biasa, hingga sampai pada dialog yang membuat semua orang seketika terkesima dan menanggis :
Muadz : “Segala puji bagi Allah SWT yang telah mengkaruniakan nikmat-Nya kepadaku. Saya dalam tiap sholat tidak pernah berdoa untuk diberikan kembali penglihatanku ini.”
Syeikh Fahad bertanya ; “Mengapa kamu tidak ingin? “
Muadz lalu menjawab : “Karena aku berharap bahwa keadaanku ini (buta) akan menjadi hujjah bagiku di hari kiamat nanti saat bertemu dengan-Nya. Agar Allah SWT permudah hisabku dari azab saat aku berdiri di hadapan-Nya kelak.“Karena aku tau, aku akan merasa takut dan menggigil. Allah SWT akan bertanya padaku; Apa yang telah kamu perbuat dengan al-Quran? Aku berharap Allah SWT akan memudahkan perhitunganku. Dan Allah merahmati kepada yang Ia kehendaki.”
Seketika Syaikh Fahad Al-kanderi menangis, hingga kru dan semua yang hadir turut larut dalam kesedihan.

Dijamin Menangis! Dialog Syaikh Fahad Al-Kanderi dengan Hafidz Quran Tuna Netra dari Mesir

Tidak dipungkiri bahwa di kehidupan berumah tangga, kita menemukan banyak kasus/tipe rumah tangga, berikut adalah contoh yang diceritakan di dalam
QS At Tahrim : 10-12
Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat isteri Firaun perumpamaan bagi orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Rabbku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim. dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.
2 Model rumah tangga dari ayat tersebut :
1. Model rumah tangga Nabi Nuh dan Nabi Luth
Suaminya sangat baik tapi istrinya sangat buruk keimananya kepada Allah Swt. Nabi Nuh dan Nabi Luth ini keduanya menjadi pasangan suami istri sampai akhir hayatnya di dunia saja, tapi di akherat akan berpisah.
2. Model rumah tangga raja fir’aun
Suaminya sangat buruk sekali keimananya kepada Allah Swt sehingga dia mengaku menjadi tuhan, tapi istrinya sangat baik keimanan dan akhlaqnya kepada tuhan. Inin di dunia juga menjadi pasangan suami istri sampai mati tapi di akherat nanti akan berpisah, Siti Aisiyah akan masuk ke surga Allah Swt. Fir’aun akan terbakar dalam bara api jahannam yang paling dalam.

Cara mendidik anak antara laki laki dan perempuan itu berbeda
QS Ali Imran : 35-37
(Ingatlah), ketika isteri Imran berkata: Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maka tatkala isteri Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: Ya Rabbku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk. Maka Rabbnya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini. Maryam menjawab: Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

Keistimewaan Qs Ali Imran
Surat Ali Imran termasuk surat yang panjang (ada 200 buah ayat). Ali Imran adalah nama seorang lelaki yang keluarganya terpilih oleh Allah sebagai keluarga yang diberkati (yaitu keluarga Ali Imran). Nama Ali Imran diabadikan di dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surat.
Kisah Maryam di dalam Surat Ali Imran

Salah satu contoh merasakan lezatnya iman adalah banyak berinteraksi dengan Al Quran
7 Surat terpanjang di dalam Al Quran
1. QS. AL-BAQARAH
Al-Baqarah yang artinya Sapi Betina adalah Surat yang termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat 286 ayat. Nama Baqarah berkenaan dengan cerita Bani Israel dan Nabi Musa As.
2. QS. ALI ‘IMRAN
Ali ‘Imran yang artinya Keluarga ‘Imran adalah Surat yang termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat 200 ayat. Nama ‘Imran berkenaan dengan cerita Keluarga ‘Imran yaitu Nabi Isa As dan Siti Maryam.
3. QS. AN-NISA’
An-Nisa’ yang artinya Wanita adalah Surat yang termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat 176 ayat. Nama Nisa’ berkenaan dengan Hukum-hukum dan Syari’at tentang wanita.
4. QS. AL-MA’IDAH
Al-Ma’idah yang artinya Hidangan adalah Surat yang termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat 120 ayat. Nama Ma’idah berkenaan dengan Hukum-hukum tentang makanan dan minuman, dan juga merupakan surat terakhir kali turun.
5. QS. AL-AN’AM
Al-An’am yang artinya Binatang Ternak adalah Surat yang termasuk kelompok Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah dan sebagian ada yang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat 165 ayat. Nama An’am berkenaan dengan manfaat binatang ternak, surat ini diturunkan setelah Surat Al-Hijr.
6. QS. AL-A’RRAF
Al-A’rraf yang artinya Tempat Tertinggi antara Surga dan Neraka adalah Surat yang termasuk kelompok Makkiyyah yang diturunkan di Mekkah kecuali ayat 163-170 yang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat 206 ayat. Nama A’rraf berkenaan dengan dialog antara penghuni Surga dan penghuni Neraka.
7. QS. AT-TAUBAH
At-Taubah yang artinya Pengampunan adalah Surat yang termasuk kelompok Madaniyah yang diturunkan di Madinah dengan jumlah ayat 129 ayat, pada tahun 9 Hijriyah. Hanya surat inilah di awal suratnya tidak ada Lafadz Basmallahnya dan bagi yang membacanya juga tidak diperbolehkan membaca Basmallah.
http://almuminpress.blogspot.co.id/2014/01/tujuh-surat-terpanjang-dalam-al-quran.html

Jangan berputus asa jika memiliki pasangan hidup yang belum seperti yang “ideal” sesuai ajaran Allah dan Rasulullah
Perbaiki diri dan selalu bersama sama meningkatkan ketaqwaan
Qs An Nur : 26
Wanita-wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah buat wanita-wanita yang tidak baik (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang di tuduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka. Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (yaitu surga).

Cara merasakan kelezatan iman didapat dengan mempelajari ayat ayat Allah, ini macamnya
1. Ayat Qauliyah
2. Ayat kauniyah
Perbedaan antara ayat Kauniyah dan Kauliyah, Ayat Allah :
1. ayat qauliyah, yaitu ayat-ayat yang Allah firmankan dalam kitab-kitab-Nya. Al-Qur’an adalah ayat qauliyah.
2. ayat kauniyah, yaitu ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada didalamnya.

Sebelum memilih pasangan hidup, gunakan panduan Rasulullah
Rasulullah telah bersabda : ”Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena kecantikannya, karena nasabnya, karena agamanya. Maka pilihlah alasan menikahinya karena agamanya. Kalau tidak maka rugilah engkau”

Suatu hari, Al Khawarizmi ditanya tentang calon istri terbaik. Penemu bilangan nol ini kemudian menjawab dengan menggunakan rumusnya.
“Agama itu nilainya 1, sedangkan hal lain nilainya 0.
Jika wanita itu shalihah dan baik agamanya, maka nilainya 1
Jika dia cantik, tambahkan 0 di belakangnya. Jadi nilainya 10
Jika dia kaya, tambahkan 0 lagi dibelakangnya. Jadi nilainya 100
Jika dia keturunan orang baik-baik dan terhormat, tambahkan 0 lagi. Jadi nilainya 1000
Sebaliknya jika dia cantik, kaya dan nasabnya baik tetapi tidak punya agama, nilainya hanya 0.
Berarapun 0 dihimpun, ia tetap 0”

Demikianlah jawaban hebat dengan matematika. Al Khawarizmi mengajarkan kepada kita, mencari istri hendaklah menjadikan agama sebagai pertimbangan utama. Jika agamanya baik, maka kelebihan-kelebihan yang lain akan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Namun jika agamanya tidak ada, tidak berguna segala kelebihan wanita.

Yang dimaksud dengan agama bukanlah sekedar pengetahuan. Bukan pula latar belakang pendidikan jurusan agama. Tetapi pemahaman dan pengamalannya. Agamanya baik, artinya ia memahami agama dan mengamalkannya. Agamanya baik, artinya akhlaknya baik. Agamanya baik, artinya karakternya baik.

Mencari Istri Terbaik dengan Matematika Al Khawarizmi

Perbanyak sedekah sebagai salah satu wujud kesyukuran kepada Allah atas rezeki yang telah diberikan
Dari Abu hurairah radiyallahu ‘anhu berkata,“Seseorang bertanya kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhal?” Beliau menjawab: “Engkau bersedekah ketika masih dalam keadaan sehat lagi loba, sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, baru berpesan : Untuk si fulan sekian dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris). (HR Bukhari)

Ibnu Bathal menjelaskan, “Karena biasanya, rasa pelit itu muncul pada saat sehat, sehingga sedekah pada saat itu lebih jujur dan lebih besar pahalanya. Berbeda jika seseorang sudah putus asa dari kehidupan dan mulai dapat melihat bahwa hartanya sebentar lagi akan menjadi milik orang lain.”
http://sahabatihya.blogspot.co.id/2015/09/sedekah-terbaik-tak-harus-banyak.html

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, Setiap umatku dimaafkan kecuali Al-Mujahirun. Termasuk sikap menampakkan maksiat adalah Allah telah menutupi (maksiat) yang ada pada hambanya (di malam hari), kemudian di pagi harinya ia menampakkannya dan mengatakan, Wahai Fulan, pada hari ini dan itu aku telah melakukan perbutan ini dan itu.’ Ia membongkar kejelekan dirinya sendiri, padahal pada malam hari Rabbnya telah menutupinya. (HR Bukhori)
http://minangsunnah.blogspot.co.id/2012/12/dampak-negatif-dosa-dan-maksiat.html


1 thought on “Pengajian Khoirotunnisa | DR Agus Setiawan, Lc, MA | Lezatnya Iman”

Komentar, Pertanyaan dan Masukkan