Majelis Ilmu Sabtu Dhuha Masjid Imanuddin | Ustadz Salman Al Farisy | Karakter sahabat Rasulullah

23. January 2016 Tausiyah 0

Event : Majelis ilmu sabtu dhuha Masjid Imanuddin
Tanggal : 23 Januari 2016
Pemateri : Ustadz Salman Al Farisy
Tema : Karakter sahabat Rasulullah

Mengapa kita harus mencontoh Rasulullah ?
Qs Al Ahzab : 21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah

Sosok wanita yang bisa kita jadikan sebagai contoh antara lain istri isti Rasulullah, antara lain :
1. Khadijah binti Khuwailid
2. Saudah binti Zam’ah
3. Aisyah binti Abu Bakar
4. Hafshah binti Umar bin al-Khattab
5. Hindun binti Abi Umayyah (Ummu Salamah)
6. Ramlah binti Abu Sufyan (Ummu Habibah)
7. Juwayriyah (Barrah) binti Harits
8. Shafiyah binti Huyay
9. Zaynab binti Jahsy
10. Zaynab binti Khuzaymah
11. Maymunah binti Al-Harits
12. Maria binti Syama’un
Nama-Nama Istri Nabi Muhammad SAW – Istri Rasulullah

Mengapa kita harus menteladani sosok istri Rasulullah ? Karena mereka tidak hanya sebagai istri melainkan turut berjuang bersama Rasulullah

Selain itu, ada sosok wanita Sahabat Rasulullah yang berpartisipasi dalam jihad yang berprofesi sebagai perawat
http://bio.or.id/biografi-siti-rufaidah-perawat-islam-pertama/

Dari sahabat Rasulullah, kita bisa mengetahui hadist, salah satu contohnya adalah tentang rukun shalat, apa saja itu ?
1. Niat
2. Takbiratul Ihram
3. Berdiri
4. Membaca Al-Fatihah
5. Ruku’ (Sunnah membaca Tasbih)
6. I’tidal/Bangun dari Ruku’
7. Sujud
8. Duduk antara 2 sujud
9. Duduk Tasyahud Akhir
10. Membaca Tasyahud Akhir
11. Membaca Shalawat Nabi
12. Salam
13. Tertib
14. Tuma’ninah

Selain itu, dari sahabat Rasulullah, kita bisa megetahui tentang rukun wudhu, apa saja itu ?
1. Niat.
2. Membasuh seluruh muka, mulai dari tumbuhnya rambut kepala hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan hingga telinga
kiri.
3. Membasuh kedua tangan hingga siku-siku.
4. Mengusap sebagian rambut kepala.
5. Membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
6. Tertib/berurutan, maksudnya mendahulukan mana yang harus didahulukan, dan mengakhiri mana yang harus terakhir.
http://kr-cahelek.blogspot.co.id/2010/12/rukun-wudhu-ada-6.html

Kita patut mencontoh kesederhanaan istri Nabi dalam berumah tangga, Tidak merasa kecewa dengan ekonomi keluarga
KESEDERHANAAN SITI AISYAH

Syukuri pemberian suami, Jangan meminta sesuatu yang memberatkannya
Qs Al Ahzab : 28
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, jika kalian menghendaki kehidupan dunia dan segala perhiasannya, maka kemarilah, aku akan memenuhi keinginanmu itu dan aku akan menceraikanmu secara baik-baik. Dan jika kalian menginginkan (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di kampung akhirat, sesungguhnya Allah akan menyediakan bagi hamba-hamba yang baik di antara kalian pahala yang besar

Yuk mengambil hikmah dari Hafshah binti Umar
https://id.wikipedia.org/wiki/Hafshah_binti_Umar

Jika di rumah sedang tidak ada makanan, Rasulullah menjadikan hal tersebut untuk ladang ibadah dengan cara berpuasa
Rasulullah bersabda kepada Aisyah : “Apakah kamu punya persediaan makanan? jika tidak ada makanan maka aku berpuasa” (HR Muslim)

Keistimewaan Khadijah binti Khuwailid mendapatkan salam dari Allah karena partisipasinya berjihad di jalan Allah :
sabda Rasulullah, ketika Jibril datang kepada Rasulullah Saw, ia berkata : “Wahai Rasulullah, ini adalah Khadijah, ia datang dengan membawa sebuah bejana dan wadah yang berisikan lauk-makanan serta minuman. Maka, jika ia telah sampai kepadamu, sampaikanlah kepadanya salam dari Tuhannya dan dariku, dan beritahukanlah kepadanya sebuah kabar gembira berupa sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari kayu yang di dalamnya menyenangkan, dan tidak ada kepayahan serta kesusahan.” (HR Bukhari)
http://nurulmakrifat.blogspot.co.id/2013/06/salam-allah-swt-untuk-sayyidatina.html

Banyak hadist yang diriwayatkan dari Aisyah binti Abu Bakar yang berkaitan dengan haid
Hal-Hal yang Diperbolehkan dan Diharamkan Ketika Wanita Sedang Haid

Hal apa yang bisa kita contoh dari sahabat Rasulullah
A. Sabar
Qs Al Baqarah : 153-156
Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun

Sabar secara bahasa berarti al habsu yaitu menahan diri.
Sedangkan secara syar’i, sabar adalah menahan diri dalam tiga perkara :
1. Ketaatan kepada Allah
2. Hal-hal yang diharamkan
3. Takdir Allah yang dirasa pahit (musibah)
https://rumaysho.com/9579-macam-sabar.html

Jika kita melakukan perbuatan dosa, lakukan shalat taubat

Cara Mengerjakan Shalat Taubat Nasuha

Perbanyak shalat tahajud sebagai salah satu wujud ketaatan kita kepada Allah
Qs Al Isra : 79
Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji

Perintah agar laki laki shalat di masjid :
Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim, yang berbunyi, “Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang bisa menuntunku berjalan ke mesjid.’ Kemudian ia memohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberikan keringanan sehingga dia boleh shalat di rumahnya, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkannya. Ketika orang tersebut berpaling pergi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya dan berkata, ‘Apakah kamu mendengar azan shalat?’ Ia menjawab, ‘Iya.’ Beliau pun menyatakan, ‘Maka datangilah!’”
https://konsultasisyariah.com/2168-laki-laki-wajib-shalat-berjamaah-di-masjid-benarkah.html

Perintah agar wanita shalat di rumah :
Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad)
https://remajaislam.com/337-sebaik-baik-shalat-wanita-di-rumah.html

Mari mengambil hikmah dari kisah Ali bin Abi Tholib tentang Keutamaan sedekah

Pada suatu hari, saat pulang ke rumah, Ali menemui istrinya Fatimah dan berkata, “Adakah makanan untuk hari ini?” Istrinya menjawab, “Kita tidak memiliki makanan, yang ada hanyalah uang 6 dirham untuk persediaan makan Hasan dan Husain”.
Ali lantas berkata “Berikanlah uang itu kepada saya dan biarkan saya yang membelikan makanannya”.
Setelah percakapan ini, Ali lantas pamit keluar rumah untuk membeli makanan. Di tengah jalan, Ali bertemu dengan seseorang dan menegurnya, “Wahai Ali, adakah orang yang mau meminjamkan uang kepada saya karena Alloh?”. Ali langsung menjawab “Ada, dan akulah orangnya”. Maka, dikasihlah uang 6 dirham oleh Ali kepada orang itu.
Karena semua uang telah diberikan kepada orang itu, maka Alipun tidak jadi berbelanja, dan ia pulang kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah, ditanya sama sang istri, “Wahai Ali, manakah makanan yang engkau beli?”. Ali menjawab, “Aku tidak jadi membeli makanan, karena semua uang telah aku berikan kepada seseorang yang lebih membutuhkan”. Mendengar jawaban ini, Fatimah menyambut gembira dan senang karena telah memberikan harta kepada yang membutuhkan walaupun harta itu sangat dibutuhkannya buat kepentingan keluarga. Setelah kejadian ini, Ali meminta izin istrinya menemui rosul untuk ‘berkonsultasi’ dan menceritakan kejadian yang baru dialaminya. Maka, pergilah Ali untuk menemui rosul.
Di tengah perjalanan, Ali bertemu seseorang yang membawa seekor unta. Berkata orang itu, “Wahai ali, hendak ke mana engkau?”, Ali menjawab “Aku hendak berkunjung ke rumah rosul”. “Belilah untaku 100 dirham, karena aku tidak punya uang?, tawar orang itu. Ali menjawab,”Aku tidak punya uang sama sekali”. Orang itu menawarkan kembali, “Tidak apa-apa, juallah unta ini selakunya, engkau bisa bayar belakangan setelah laku”.
Ali pun sepakat atas tawaran itu, lantas kembali lagi ke rumah untuk mengikatkan unta sebelum pergi lagi menemui rosul. Dalam perjalanan pulang ke rumah, Ali menemui seseorang dan menegurnya, “Wahai Ali? Mau diapakan unta itu?, “Aku mau menjualnya”, jawab Ali. Orang itu berkata lagi, “Untanya sungguh sangat bagus, saya berminat membelinya seharga 300 dirham”. Singkat cerita, terjadilah transaksi jual beli unta antara Ali dan orang itu, lalu Ali pulang ke rumah membawa uang 300 dirham.
Setibanya di rumah, sang istri bertanya, “Ada apa denganmu wahai Ali, kelihatnya engkau sangat gembira sekali?” Ali pun menceritakan kejadian yang baru dialaminya itu dan menunjukkan keuntungan 200 dirham dari transaksi jual beli unta itu. Maka, dititipkanlah uang 200 dirham kepada istrinya dan Ali membawa 100 dirham untuk kembali pergi membayar utang sekaligus menemui rosululloh.
Berangkatlah Ali ke rumah rosul untuk menemui dan menceritakan semua kejadian yang baru dialaminya. Setibanya di rumah rosul dan bertemu dengannya rosul berkata,” Wahai Ali, engkau datang kemari, tentu ada sesuatu yang perlu disampaikan. Siapakah yang mau duluan menyampaikan, aku atau engkau?. Mendapat pertanyaan itu, Ali lantas menjawab, “Silahkan wahai rosul, engkau dulu yang menyampaikan sesuatu”.
Melalui wahyu yang diterimanya, Rosul berkata “Wahai Ali, tahukah engkau, siapakah orang yang menjual dan membeli unta itu?. Ali menjawab, ‘Tidak”. Rosul berkata lebih lanjut, “Orang yang menjual untu itu adalah malaikat Jibril, sedangkan yang membelinya adalah malaikat Mikail”. Dengan penasaran Ali bertanya kembali, “Lantas kepada siapakah saya harus membayar utang 100 dirham?” Nabi menjawab,” Itu semua rizkimu, karena keikhlasanmu mengeluarkan shodaqoh”.
Begitulah salah satu tauladan yang ditunjukkan seorang sahabat Ali bin Abi Tholib. Dengan keikhlasan yang luar biasa, ia bershodaqoh dalam suasana sulit namun akhirnya mendapatkan ganti yang luar biasa. Dari 6 dirham menjadi 300 dirham.

Selain kisah di atas, banyak juga kisah yang mencerminkan spirit kebaikannya. Ali juga banyak membuat syair, menulis dan berceramah memberikan nasehat. Salah satu nasehatnya adalah sebagai berikut :
Terdapat lima hal yang ambillah 5 hal itu dariku
1. Janganlah engkau mengharapkan sesuatu dari seseorang kecuali hanya mengharapkan dari Alloh
2. Janganlah engkau takut terhadap apapun, kecuali engkau takut atas dosa dan Alloh
3. Jangan segan-segan engkau mempelajari hal yang belum engkau ketahui
4. Janganlah malu mengatakan tidak tahu, saat ditanya sesuatu yang tidak engkau ketahui
5. Hendaklah bersabar atas dasar iman. Dan jadikan iman seperti kepala dalam tubuhmu
www.nasehatislam.com

Banyak di dalam al quran yang menjelaskan tentang keutamaan sabar :
QS Al Imran : 200
Hai orang-orang yang beriman. Bersabarlah kamu, dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiaga-siaga (diperbatasan negrimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

QS Al Baqarah : 155
Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan jiwa (kematian) dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.

QS Az Zumar : 10
Sungguh akan dibayar upah (pahalah) orang-orang yang sabar dengan tiada batas hitungan.

QS Asy Syuura : 43
Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan

QS Al Baqarah : 153
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan shalat) sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar

QS Muhammad : 31
Kami (Allah) pasti akan menguji kamu, hingga nyata dan terbukti mana yang pejuang dan mana yang sabar dari kamu
http://nuqtoh.com/7-ayat-alquran-tentang-sabar/#.VqNK03V97VM

Sabar dalam menghadapi ujian adalah cara Allah mengetahui mana hambaNya yang benar dan mana yang dusta
Qs Al Ankabut : 2-3
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta

Sabar adalah salah satu sikap orang yang beriman
Qs Al Bayyinah : 7-8
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.

B. Syukur
Ketika sakit, Rabi’ah al Adawiyah justru bersyukur dengan sakit itu karena Allah mempersiapkan surga bagi orang yang sabar dan syukur dengan ujian itu. Ketika sakit ia berkata kepada tamu yang menanyakan sakinya : “ Demi Allah aku tak merasa sakit, lantaran surga telah ditambahkan bagiku sedangkan aku merindukannya dalam hati, dan aku merasa bahwa Tuhanku cemburu kepadaku, lantas mencelaku. Dialah yang dapat membuatku bahagia
http://archgreenland.blogspot.co.id/2012/10/rabiah-al-adawiyah-a.html

Peringatan Allah kepada hambaNya yang sedikit bersyukur
Qs Al Mulk : 23
Katakanlah, “Dia-lah yang mencipta kan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati (akal)”. Tetapi amat sedikit kamu bersyukur.

Qs Ibrahim : 7
Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu memalumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nimat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nimat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Hidup ini bagaikan roda pedati kadang diatas kadang ditengah kadang juga dibawah.kita hanya bisa bersabar dan mensyukuri apa yang kita dapat saat ini dan tetap tersenyum, Sikapi dengan sabar dan syukur

Bagaimana jika kita sedang merasa galau/sedih/kecewa, apa yang harus kita lakukan ? Curhat kepada Allah semata dan laksanakan shalat sunah mutlak. Shalat sunah ada dua macam :
1. mutlak
shalat sunah mutlak adalah semua shalat sunah yang dilakukan tanpa terikat waktu, sebab tertentu, maupun jumlah rakaat tertentu. Sehingga boleh dilakukan kapanpun, di manapun, dengan jumlah rakaat berapapun, selama tidak dilakukan di waktu atau tempat yang terlarang untuk shalat
2. muqayad
Shalat sunah muqayad adalah shalat sunah yang dianjurkan untuk dilakukan pada waktu tertentu atau pada keadaan tertentu. Seperti tahiyatul masjid, dua rakaat seusai wudhu, shalat sunah rawatib, dst.
https://konsultasisyariah.com/16566-apa-itu-shalat-sunah-mutlak.html

Jika kita mengalami kesulitan, tetaplah yakin bahwa disitu ada kemudahan, Jangan lupa untuk “move on” karena Allah sudah menyiapkan solusinya
Qs Alam Nasyrah : 5-8
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan