Pengajian Hijabersmom Community | Ustadz Rochyadi Anwar | Tim Binroh ULJ Nafsul Muthmainnah | Penatalaksanaan Jenazah

30. January 2016 Tausiyah 0

Event : Pengajian Hijabersmom Community
Tanggal : 30 Januari 2016
Pemateri : Ustadz Rochyadi Anwar Tim Binroh ULJ Nafsul Muthmainnah
Tema : Penata laksanaan Jenazah

Keutamaan menuntut ilmu :
Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fisabilillah hingga ia kembali”. (HR. Muslim)

Keutamaan penata laksanaan jenazah :
“(Rasulullah saw berkata kepada Aisyah Istri beliau) Tidak ada halangan kalau engkau meninggal lebih dahulu dariku, aku akan memandikanmu, menshalatkan kamu serta menguburkanmu” (H.R. Nasa’i dan Ibnu Haiban dari Aisyah ra)

Hukum memandikan dan mengkafani mayit adalah fardhu kifayah

Keutamaan memandikan mayat :
Barangsiapa yang memandikan jenazah, kemudian merahasiakan cacat tubuhnya, maka Allah memberi ampun terhadapnya empat puluh kali (HR. Hakim)

Perlengkapan memandikan, Untuk petugas :
1. Baju Apron/celemek
2. Masker
3. Sarung tangan karet
4. Washlap
5. Kacamata*
6. Sepatu Boot*
7. Penutup Kepala*
* Untuk mayat yang memiliki riwayat penyakit menular dan berbahaya

Perlengkapan Memandikan :
1. Siapkan tempat yang layak dan tertutup
2. Dipan/bangku/Bak memandikan jenazah
3. Air, ember dan gayung
4. Handuk
5. Kain basahan
6. Sabun, Kapur Barus, daun bidara

Yang lebih utama memandikan :
1. Orang tua, Suami/istri, anak
2. Kerabat
3. Orang shaleh yang dapat dipercaya

Yang lebih utama memandikan :
Hendaknya yang menyelenggarakan jenazah adalah keluarga terdekat si mayat, bila dia mengerti, bila tidak mengerti, bolehkan dilakukan oleh seseorang yang mengetahui dan memegang amanah (dapat dipercaya) (HR. Ahmad dari Aisyah ra)

Cara Memandikan :
1. Mulailah dengan membaca basmalah
2. Dengan sopan dan lemah lembut, angkat badannya dan tekan bagian perutnya perlahan-lahan, kecuali wanita hamil
3. Istinja’kan qubul dan duburnya dengan sarung tangan
4. Bersihkan mulutnya, hidungnya dan kupingnya
5. Mulailah dari anggota badan sebelah kanan
Rasulullah saw bersabda : Mulailah dari sebelah kanan dan bagian anggota wudhunya (HR. Ahmad)

6. Basuh bagian/anggota wudhu
7. Mulailah menyiram dari arah kepala gosoklah dengan sabun perlahan-lahan
8. Disiram dengan air mawar
9. Terakhir disiram dengan air kapur barus (diatas kain basahan)
Rasulullah saw bersabda: Mandikanlah dia sebanyak tiga kali, lima kali atau lebih banyak lagi bila kamu merasakannya perlu, begitu juga mandikanlah dia dengan air dan daun bidara. Akhirilah basuhan tersebut dengan menggunakan air kapur barus atau sedikit kapur barus (HR. Bukhari Muslim)

Akhirilah basuhan tersebut dengan menggunakan air kapur barus atau sedikit kapur barus. (HR. Bukhari Muslim)

10. Dilap dengan handuk
11. Rambutnya disisir

Adab Memandikan Jenazah
1. Yang lebih utama memandikan adalah keluarga terdekat (suami, istri, anak)
2. Jenazah laki-laki oleh laki-laki, wanita oleh wanita
3. Selama memandikan jenazah tidak ada bacaan khusus
4. Memperlakukan jenazah dengan lembut penuh kasih sayang
5. Menutup aurat jenazah
6. Menutup aib jenazah

Cara Mengkafani

Perlengkapan mengafani
Mengafani jenazah

Perlengkapan yang dibutuhkan :

Laki-laki
Kain kafan 3 helai, sesuaikan ukurannya dengan panjang tubuh, dilebihkan arah kaki dan kepalanya

Wanita
Kain kafan 5 helai, dengan perincian sebagai berikut :
2 Helai kain panjang sesuaikan panjang badannya dan dilebihkan bagian kaki dan kepala
1 helai untuk kain sarung
1 helai untuk baju kurung
1 helai untuk jilbab/kerudung

1. Kapas secukupnya
2. Tali Pengikat 5 lembar
3. Bubuk Cendana secukupnya
4. Bubuk kapur barus
5. Minyak wangi

Dikala Sakratul Maut
1. Tuntunkan kalimat tauhid (talqin)
2. Mohonkan maaf
3. Bimbingan sabar dan tawakal kepada keluarga
4. Berwasiat untuk keluarga
5. Tetap berikhtiyar berobat
6. Do’akan pasrah

Tips agar husnul khotimah :
1. Ahli ibadah
2. Hablumminannas baik
3. Suka menolong
4. Tidak SMS (Susah melihat orang lain senang, Senang melihat orang lain susah)

“Orang yang tepat perhitungannya adalah orang yang banyak mengingat mati, dan orang yang paling tepatperhitungannya adalah yang paling banyak mempunyai persiapan untuk mati” (HR. Thabrani)

Salah satu ciri ciri akan mendapati kematian
Qs Al Qiyamah : 28-30
Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia), dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan)


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan