Hijabersmom Community Bekasi Event | Tika bisono, Psi | Anak Aman dengan Gadget ?

Event : Hijabersmom Community Bekasi Event
Tanggal : 6 Feb 2016
Pemateri : Tika bisono, Psi
Tema : Anak aman dengan gadget ?

Falsafah pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara 1922
Ing ngarso sung tulodo
Ing madya mangun karso
Tut wuri handayani

Steve Jobs, 1955-2011
Your time is limited, so dont waste it living someone else’s life, Dont be trapped by dogma, which is living with tthe result of other people’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition, They somehow already know what you truly want to become, everything else is secondary

Situasi sekarang
1. Filosofi teknologi : teknologi sesungguhnya diciptakan untuk membantu kehidupan manusia yang pada hakikatnya bersifat netral
2. Pengaruh positif atau negatif yang bisa timbul dari perkembangan teknologi tergantung dari kearifan individu dalam memanfaatkannya
3. Hal yang terjadi sekarang adalah teknologinya yang disalahkan atas dampak dampak negatif yang muncul, bukan manusia sebagai penggunanya

Situasi sekarang : Fakta di Indonesia
Pengguna internet : 25 Juta orang (10% populasi)
Pengguna facebook : 11,7 Juta orang
Jumlah blogger : 700 ribu orang
Pengguna paling dominan : Ramaja 15-19 tahun 64%
Layanan yang digunakan : email 59% instant messaging 59% socia networking 58% search engine 56% berita online 47% blog 36% online game 35%
(Sumber Depkominfo 2009)

Otak kiri
1. Proses berpikir bersifat : Logis, sekuensial, linier
2. Melakukan penafsiran abstrak dan simbolis
3. Berespon pada stimulus yang membutuhkan kemampuan : Menganalisa, menjelaskan, diskusi, membuat keputusan

Otak kanan
1. Proses berpikir bersifat : acak, tidak teratur, intuitif, holistik
2. Meliputi kesadaran : perasaan, visual spasial, pengenalan bentuk, warna, pola, musik, seni
3. Berfungsi saat melakukan aktivitas : Menggambar, olahraga, menyanyi, memperagakan

Manfaat vs resiko
Manfaat gadget : Kemampuan, flexibilitas, mudah digunakan
Risiko / keamanan : Kerahasiaan, integritas, keaslian, non reudiation, ketersediaan

Dampak teknologi informasi pada perkembangan anak :
Dampak positif :
1. Dapat menggali potensi motorik, potensi akal, potensi emosi dan potensi sosial
2. Memenuhi kebutuhan untuk mendapatkan dan memperkaya pengetahuan dan informasi
3. Memenuhi kebutuhan untuk mendapatkan pengetahuan tentang kebangsaan dan kebudayaan
4. Memenuhi minat anak belajar melalui e learning dengan tersedianya aplikasi dan interaktif yang menyenangkan

Dampak negatif :
1. Karena fondasi filter anak masih belum baik, tidak seperti orang dewasa, seringkali anak menerima semua informasi yang masuk tanpa diolah sehingga pemahamannya salah
2. Informasi yang tidak sesuai dan diterima oleh anak, dapat memicu perilaku negatif anak, Misalnya perilaku agresif, bahasa yang kasar, ide untuk menghancurkan, ide untuk berkelahi, mencontoh, memakai sejata tajam, tanpa ada niat melakukan kekasaran/kejahatan
3. Meningkatkan impulsivitas untuk memiliki teknologi terbaru tanpa tahu tujuan, manfaat bahkan lebih parah lagi tidak tahu cara pakai dan tidak mau belajar (prinsip yang penting punya)
4. Berpotensi menimbulkan peniruan apabila penggunaannya tidak diatur dengan cermat dan tanpa disiplin
5. Terganggunya perkembangan psikososial anak, apabila anak sudah kecanduan animasi di internet/maya

Film animasi dapat mencerdaskan anak
1. Anak cenderung menyenangi bermain dengan gadget yang penuh dengan animasi, suara dan gerak yang selain membuat senang, tapi juga bisa untuk belajar
2. Melalui film animasi, pesan moral dapat disampaikan kepada anak oleh sang animator
3. Rangsangan sensorik melalui visualisasi, gerakan, pendengaran dan pengulangan akan membangun respon anak untuk belajar (Skinner)

Kecerdasan majemuk / Multiple intelegence (Howard Gardner, 1985)
Suatu konsep yang menjelaskan pandangan tentang multi dimensi kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan yang lebih spesifik
Kecerdasan individu tidak hanya diukur berdasarkan skor IQ semata melainkan melalui
1. Kemampuan dalam menyelesaikan masalah
2. Kemampuan menghasilkan karya / menciptakan sesuatu

9 Kecerdasan adalah
1. Kecerdasan verbal/linguistik
Kemampuan menggunakan dan memahami kata kata dan perbedaan makna
Kemampuan mengungkapkan pikiran dengan kalimat
Misalnya :
– Pandai berbicara, kaya perbendaharaan kata
– Pandai bercerita, berpuisi
– Menulis / membuat karangan
– Membuat candaan (jokers) dengan kata kata
Stimulasi :
– Memperkenalkan sebanyak mungkin kosa kata dengan kegiatan sehari hari di sekolah maupun di rumah
– Meningkatkan minar baca anak
– Intens berkomunikasi 2 arah dengan anak
Contoh
– Rosihan anwar
– WS Rendra
– JK Rowling

2. Kecerdasan logika-Matematika
Kemampuan memanipulasi jumlah (bekerja dengan angka)
Kemampuan berpikir, induktif, dedukatif
Kemampuan berpikir abstrak, dapat mencari sebab akibat
Misalnya :
– Mengerjakan soal matematika dengan cepat dan tepat
– Bisa memberi kritik atas pernyataan orang lain
– Prestasi akademik baik
Stimulasi :
– Bermain games dengan bilangan dan logika (puzzle, sudoku, teka teki silang, taman sesat)
– Melatik anak melakukan sesuatu denan terstruktur
– Obrolan ringan tentang sebab akibat dengan topik yang menarik dengan anak

3. Kecerdasan visual spasial
Kemampuan melihat/berpikir secara 3 dimensi (menilai hubungan antara obyek dan ruang)
Dapat mengamati/menilai lingkungan secara holistik imaginatif
Misalnya :
– Bisa mencipta ulang dunia visual
– Mampua membuat represntasi grafis
– Terampil mengendarai mobil/motor/sepeda
Stimulasi
– Bermain dengan puzzle 3 dimensi, balok balok kayu, lego
– Mendorong anak menghasilkan karya seni (gambar/lukisan, benda 3 dimensi dari kayu, lilin malam, kardus, karton)
– Melatih keterampilan anak membaca peta
Contoh :
– Pilot
– Arsitek
– Fotografer

4. Kecerdasan fisik Kinestetik
Kecerdasan ini merupakan keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk menyampaikan ide dan perasaan, dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah suatu bentuk. Kecerdasan ini meliputi kemampuan fisik yang khusus, seperti koordinasi, keseimbngan, keterampilan, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan maupun kemampuan menerima rangsangan panca indera.

Kemampuan yang terkait dengan kecerdasan kinestetik jasmani adalah :
Kemampuan menggerakkan anggota tubuh.
Kemampuan mengatur keseimbangan tubuh.
Kemampuan mengatur kelenturan tubuh.
Kemampuan menjaga kesehatan tubuh.

Beberapa bentuk permainan yang digunakan guna mengembangkan kemampuan kecerdasan kinestetik-jasmani adalah:
1. Permainan Olah Raga
Jalan, lari, berenang, main bola, senam, merupakan contoh permainan yang dapat mengembangkan kemampuan fisik atau olah tubuh anak. Orang tua dan pendidik dapat mengajak anak melakukan permainan olah raga secara rutin hari minggu atau hari-hari tertentu. Olah raga tidak hanya akan melatih kecerdasan kinestetik anak, melainkan juga bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh anak.
2. Gerak dan Lagu atau Menari
Permainan gerak dan lagu atau menari, bermanfaat bagi anak untuk mengembangkan kelenturan tubuh anak. Untuk anak usia dini bermain ini dapat dilakukan dengan gerakan-gerakan yang sederhana dengan tidak meninggalkan unsur gerak dan seninya.
3. Permainan Motorik Halus (dengan otot-otot kecil)
Berbagai kegiatan permainan dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak antara lain: mencoret-coret, menirukan pola gambar tertentu (balon, buku, bola, piring, gelas, dll), meronce, melipat, bermain plastisin, bermain pasar-pasaran, meletakkan benda-benda misalnya mainan pada tempatnya. Permainan bongkar pasang, balok kayu da bermain pasir juga bisa digunakan untk mengembangkan kemampuan motorik halus anak.
4. Permainan Motorik Kasar (dengan otot-otot besar)
Disamping permainan olah raga ada beberapa permainan yang dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar anak, antara lain: bermain ayunan, jungkat-jungkit, plosotan, panjat-panjatan, gobag sodor, bermain sepeda, dll.
Contoh :
– Atlit

5. Kecerdasan musikal
Kemampuan menerima dan menciptakan pola pitch (nada suara) melodi dan ritme
Misalnya :
– Cepat belajar menyanyikan lagu baru
– Terampil menadakan lagu (solmisasi)
– Pandai memainkan alat musik
– Mampu menciptakan sebuah komposisi lagu
Stimulasi :
– Mengajarkan anak bernyanyi dan menyanyi bersama anak
– Memperkenalkan anak dengan alat musik / benda yang bisa menghasilkan bunyi bunyi harmonis
– Karaoke sebagai alternatif rekreasi keluarga
Contoh :
– Penyanyi
– Komposer

6. Kecerdasan interpersonal
Kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan orang lain
– Mampu membentuk dan menjaga hubungan dengan orang lain
– Mengerti berbagai peran dalam masyarakat
Misalnya :
– Pandai membaca suasana hati, motivasi dan maksud orang lain
– Senang berinteraksi dengan orang lain
– Memiliki social networking yang luas
– Menikmati aktivitas bersama teman/keluarga/relasi/orang lain
Stimulasi :
– Libatkan anak dalam permainan kelompok
– Fasilitasi anak mengikuti kegiatan kompetisi/sosialisasi antar sekolah
– Latih anak mengucapkan salam dan berkenalan dengan setiap orang yang ditemui orangtuanya

6. Kecerdasan Intrapersonal
Kemampuan memahami diri sendiri, perasaan dan tujuan hidup
Pandai mengaktualisasikan dan memotivasi diri sendiri
Misalnya :
– Tampil percaya diri di hampir semua situasi
– Bisa mematuhi peraturan
– Mampu mengendalikan emosi yang ekstrim, seperti kemarahan/kegembiraan yang berlebihan
Stimulasi :
– Melatih anak mengenal karakter tokoh dalam cerita/dongeng
– Menugaskan anak bermain peran dengan karakter berbeda beda

7. Kecerdasan Naturalistik
Kemampuan mengamati alam / lingkungan
Memiliki ketertarikan dan keterikatan pada alam
Mampu melihat persamaan dan perbedaan dari hal yang ditemui
Misalnya :
– Mengembangkan pengetahuan akan alam
– Menikmati dan merasa bisa menyatu dengan alam
– Senang berkebun atau memlihara binatang
– Senang alami mengagumi dan mengapresiasi keindahan alam
Stimulasi :
– Bercerita tentang alam dan mengajarkan anak membedakan antara benda alam dan buatan
– Menugaskan anak memiliki 1 tanaman untuk dirawat di sekolah
– Mengajak anak rekreasi di alam terbuka (outbound)

8. Kecerdasan eksistensial
Kemampuan menyadari keberadaan (eksistensi) diri dengan segala kemampuan dan bakat yang dianugerahkan Tuhan
Misalnya :
– Sadar bahwa keberhasilan adalah berkat usaha dan kemampuan diri sendiri, bukan karena kebetulan atau nasib baik
– Bangga dan percaya diri akan kemampuan yang dimiliki
– Mau mencari dan bisa menemukan makna serta tujuan hidup
Stimulasi :
– Memberikan pujian dan penghargaan atas prestasi anak
– Menunjukkan antusiasme dan respon positif saat anak membanggakan dirinya
– Mendorong anak mengeksplorasi kemampuannya

9. Kecerdasan Spiritual
Bentuk kecerdasan ini dapat dipandang sebagai sebuah kombinasi dan kesadaran interpersonal dan kecerdasan intrapersonal dengan sebuah komponen “nilai” yang ditambahkan padanya. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan rohaniah, yang menuntun diri kita menjadi manusia yang utuh, berada pada bagian yang paling dalam diri kita. Dengan beragamnya kecerdasan manusia, menjadikan peran guru amat penting untuk memberikan arahan pada apa yang cocok dan sesuai bagi para siswanya.

Orangtua, pendidik dan pengasuh perlu :
1. Dampingi anak ketika menerima atau menggali informasi dan beri penjelasan
Jika anak bertanya, jawablah pertanyaan tersebut dengan rinci dan sesuai dengan tahap perkembangan anak
2. Rancang jadwal kegiatan anak. Atur waktu yang kelas untuk belajar, nonton tv, bermain
TV sarana teknologi informasi yang pasif sehingga menyerap dan menerima informasi saja, hanya duduk (aktivitas fisik pasif) sehingga penting untuk memberikan waktu bermain supaya fisik anak tetap aktif, tetap mampu bersosialisasi
3. Seleksi informasi yang cocok untuk anak
Jadi, informasi masik, orangtua harus tahu, seleksi dan evaluasi kemudian anak menerima informasi yang terfilter dari orang tua, sesuai usia anak
4. Bangun kerjasama dengan seluruh anggota rumah
Patikan ayah, ibu, pengasuh, kakek, nenek, kompak dan memiliki pengertian yang sama mengenai anak dan seluk beluk masalah teknologi informasi tersebut
5. Lebih updated dibandingkan anak
Jangan terjadi : anak sudah menjadi anggota situs jejaring sosial sementara orangtua bahkan tidak tahu apa yang dimaksud dengan facebook, friendster, twitter, myspace dll
6. Konsisten dalam bertindak
Harus selalu bertindak secara konsisten, tidak bosa bosan memberikan pengertian kepada anak, sehingga anak tahu dengan jelas, mana yang boleh, mana yang tidak boleh, mana yang baik dan mana yang tidak baik

Kesimpulan
1. Kekayaan informasi yang tersedia dapat membantu anak memperoleh penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi
2. Multiple intellegence dapat terolah sehingga tercapai keseimbangan otak kiri dan kanan
3. Orangtua hendaknya mengacu pada tahap perkembangan anak dalam memberikan stimulasi bagi kecerdasan majemuk
4. Pemberian stimulasi dalam aktivitas belajar dapat dibungkus dalam kemasan bermain, berselancar melalui animasi di dunia maya
5. Orientasi teknologi akan berkembang
6. Last but not least, Orangtua juga harus mau belajar (melek teknologi)
7. Teknologi informasi (internet) dan animasi merupakan budaya dan paradigma baru dalam kehidupan masyarakat, sebagai media yang canggih dapat berfungsi sebagai teman dan bahkan guru
8. Diperlukan kearifan dalam pemanfaatannya agar diperoleh adalah hal yang positif
9. Film animasi di internet berfungsi untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang banyak hal secara global
10. Berbagai animasi dalam fitur internet, dapat menjadi stimulasi yang baik dan positif untuk mengajak anak belajar

Bukan hanya cinta, Orangtua yang bijak akan merawat buah hatinya dengan cinta dan pengetahuan
Cinta adalah mediator dan pengetahuan adalah penggeraknya
Ingat, Cinta saja tidaklah cukup


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan