Pengajian Hijabersmom Community | dr. Buha Sabar Eduwart P. Sihombing, SpOG | Kanker Serviks Dan Pencegahannya

28. February 2016 Kesehatan 0

Event : Pengajian Hijabersmom Community
Tanggal : 27 Feb 2016
Pemateri : dr. Buha Sabar Eduwart P. Sihombing, SpOG
Tema : Kanker Serviks Dan Pencegahannya

Apa itu Kanker Serviks?
Kanker serviks : kanker yang terjadi pada serviks leher/mulut rahim. Serviks adalah daerah yang menghubungkan korpus uterus (badan rahim) dan vagina.

Kanker serviks adalah penyakit pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Tiap hari di Indonesia ada 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks dan 20 wanita meninggal karena kanker serviks. Sangat mengerikan bukan? Tidak aneh kalau kanker serviks menjadi momok yang sangat menakutkan bagi wanita. Tidak hanya di Indonesia, kanker serviks juga menjadi ancaman mematikan bagi wanita di seluruh dunia. Berdasarkan data, tiap tahun terdapat 493.242 wanita di seluruh dunia yang terdeteksi terkena kanker serviks dan sebanyak 273.505 wanita meninggal. Tiap hari di seluruh dunia sekitar 700 wanita harus meninggal karena kanker serviks. Akan lebih mengerikan bila kita melihat dari segi durasi kematian wanita yang meninggal karena kanker serviks. Setiap dua menit ada satu wanita yang meninggal dunia karena kanker serviks di dunia. Sedangkan di Indonesia, setiap 1 jam ada satu wanita yang meninggal karena kanker ganas ini.

Apa penyebabnya?
Infeksi Yang Menetap (Persisten) Virus HPV Onkogenik.

Human Papillomavirus sebagai Penyebab Utama Kanker Serviks
Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks. Ada banyak jenis HPV dan sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks. Banyak wanita tidak menyadari telah terinfeksi karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker.

Virus papilloma relatif kecil—hanya ada dua strand DNA dalam satu sel bundar, atau amplop, yang menyerupai bola golf ketika diperbesar dengan mikroskop elektron.

HPV merupakan virus yang menginfeksi kulit ( epidermis ) dan membran mulosa manusia sepertio mukosa mulut, tenggorokan, kerongkongan, saluran nafas, mata, anus, dan kelamin. HPV ditularkan melalui hubungan seksual dan non seksual ( transmisi dari ibu ke bayi, penggunaan alat-alat yang terkontaminasi, penggunaan WC umum. Infeksi HPV merupakan penyebab umum dari penyakit menular seksual dan menjadi penyebab utama dari penyakit kanker servik (leher rahim). Infeksi HPV terdeteksi pada 99,7 % kanker serviks. Kanker Serviks menemapati urutan kedua pada perempuan di dunia setelah kanker payudara, dan menempati urutan pertama di Indonesia. Jenis virus ini banyak sekali golongannya, mulai dari risiko tinggi/menyebabkan kanker ( 16,18,31,33,35,39,45,51,52,56,58,59) dan risiko rendah/tidak menyebabkan kanker (6,11,40,42,43,44,54,61,70,72,81) Tipe 16 dan 18 disinyalir sebagai penyumbang terbesar terjadinya kanker serviks, yaitu sekitar 70 %. Tipe 31 dan 35 juga memberi kontribusi sekitar 20 %.

Jenis HPV yang mempunyai pengaruh klinis
HPV 16 and 18 : menyebabkan ~25% Lesi Intraepitel Derajat Rendah (LISDR)
HPV 6 and 11 : menyebabkan ~10-15% LISDR

HPV 16 karsinoma sel skuamosa
HPV 18 adenokarsinoma

Bagaimana penularannya ?
Penularan utama HPV penyebab kanker serviks adalah melalui kontak seksual

Faktor yang mempermudah Infeksi HPV
1. Usia muda (puncak infeksi usia 20–29 )
2. Berganti pasangan
3. Memulai hubungan di usia muda
4. Merokok
Ingatlah bahwa Pria dapat menularkan HPV

Jika anda tertular HPV ?
– 80% akan dibersihkan dengan sistem immun (kekebalan)
– 10-20% berkemungkinan menjadi infeksi persisten (menetap)
Resiko menjadi kanker serviks :
– Kebanyakan pria dan wanita yang telah berhubungan intim, beresiko terinfeksi HPV
– Lebih dari 75% wanita yg berhubungan intim, pernah terinfeksi HPV, puncak di antara umur 18-22 tahun
– Hampir semua kanker serviks (99.7%) berkaitan langsung dengan infeksi satu atau lebih jenis HPV yang onkogenik
– Perkembangan menjadi kanker serviks umumnya antara 10-20 tahun
– Tiap 1juta wanita yang terinfeksi, sekitar 10%nya (100.000)lesi prakanker pada epitel leher rahim (displasia)
– Sekitar 8% (8.000) kanker yang terbatas pada epitel leher rahim (karsinoma insitu /KIS)tidak diobatisekitar 20% (1600) akan menjadi kanker invasif
– Infeksi menular seksual yang paling banyak terjadi di dunia (75% wanita seksual aktif)
– Infeksi dapat terjadi segera setelah hubungan seksual
– Tidak ada pengobatan infeksi HPV sampai saat ini
– Setelah terinfeksi sangat mungkin terinfeksi seumur hidupnya

Bagaimana gejalanya?
– Pendarahan yg tidak normal
* Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim
* Pendarahan abnormal (diluar waktu haid)
* Pendarahan sesudah menopause
– Kelainan pada vagina ( keluarnya cairan kekuningan, berbau )
– Gejala lain
* Sakit / nyeri pada pinggul
* Sakit / nyeri pada kaki
Pada kebanyakan wanita tidak menunjukkan gejala

Gejala lanjut :
– Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan
– Nyeri panggul, punggung atau tungkai
– Dari vagina keluar air kemih atau tinja
– Patah tulang (fraktur)

Bagaimana Pencegahannya?
Pencegahan Primer Kanker Serviks
Pencegahan primer dapat dilakukan melalui promosi dan penyuluhan pola hidup sehat, menunda aktivitas seksual sampai usia 20 tahun dan berhubungan hanya dengan satu pasangan, serta penggunaan vaksinasi HPV di mana vaksinasi ini dapat mengurangi infeksi HPV karena kemampuan proteksinya adalah sebesar >90%.

Pencegahan Sekunder Kanker Serviks
Pencegahan sekunder dilakukan dengan mendasarkan pada resiko pasiennya yaitu pasien dengan resiko sedang dan tinggi. Pada pasien dengan resiko sedang, hasil tes Pap yang negatif sebanyak 3 kali berturut-turut dengan selisih waktu antar pemeriksaan 1 tahun dan atas petunjuk dokter sangat dianjurkan. Untuk pasien atau partner hubungan seksual yang level aktivitasnya tidak diketahui, dianjurkan untuk melakukan tes Pap tiap tahun. Pada pasien dengan resiko tinggi yakni bagi yang memulai hubungan seksual di bawah usia 20 tahun dan wanita yang mempunyai banyak partner hubungan seksual seharusnya melakukan tes Pap setiap tahun dan setiap 6 bulan sekali terutama untuk pasien dengan resiko khusus, seperti mereka yang mempunyai riwayat penyakit seksual berulang.

Pencegahan Tersier Kanker Serviks
Pencegahan tersier meliputi pelayanan di rumah sakit (diagnosis dan pengobatan) serta pelayanan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Meski pada akhirnya pasien meninggal, yang terpenting sebelum meninggal dia sudah siap secara psikologis dan spiritual serta tidak stres menghadapi penyakit yang dideritanya. Tindakannya dapat berupa tindakan psikologis, fisik, spiritual.

Cara Kerja Vaksin
Vaksin HPV bekerja seperti imunisasi lain. Para peneliti berhipotesis bahwa komponen permukaan yang unik dari HPV dapat membuat respon antibodi yang mampu melindungi tubuh terhadap infeksi, dan komponen ini dapat digunakan untuk membentuk dasar vaksin. Komponen permukaan HPV dapat berinteraksi satu sama lain untuk membentuk Virus-Like Partikel (VLP) yang tidak menular, karena mereka tidak memiliki DNA. Namun, VLP ini dapat menempel pada sel-sel dan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat mencegah papillomavirus menginfeksi sel dimasa mendatang. Meskipun vaksin HPV dapat membantu mencegah infeksi HPV masa depan, mereka tidak bisa membantu menghilangkan infeksi HPV yang ada. Artinya mereka hanya berfungsi untuk mecegah terjadinya kanker serviks bukan untuk mengobati.

Siapa saja yang bisa mendapatkan vaksin HPV?
– Wanita usia 9-26 tahun (proteksinya 100%)
– Wanita di atas usia 26 tahun (proteksi yang didapatkan tergantung besarnya paparan HPV yang telah terjadi)

Bagaimana Pengobatannya?

Pengobatan Lesi awal :
– Kriosurgeri (pembekuan)
– Kauterisasi (pembakaran/ diatermi)
– Pembedahan laser
– LEEP (loop electrosurgical excision procedure) atau konisasi.

Pengobatan CA Cerviks :
– Pembedahan/ Operasi
– Radioterapi
– Kemoterapi

 

Referensi:

Kanker Serviks – Gejala, penyebab dan mengobati

HPV ( Human Papilloma Virus )

Bagaimana Melakukan Pencegahan Kanker Serviks?

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks (mulut rahim) lengkap

Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan