Pengajian Musholla Al Ikhlas – Puri Bintaro | Ustadzah Yulia Karmiluwati | Membentuk Keluarga Basmalah (Bahagia Sukses Mulia Bersama Allah)

25. April 2016 Tausiyah 0

Event : Pengajian Di Musholla Al Ikhlas Puri Bintaro
Tanggal : 25 April 2016
Pemateri : Ustadzah Yulia Karmiluwati
Tema : Membentuk Keluarga Basmalah (Bahagia Sukses Mulia Bersama Allah)

Tujuan keluarga sakinah mawaddah warahmah Tapi bisa jadi persepsi antara seluruh anggota keluarga berbeda beda

Buat orang lain tersenyum terlebih dahulu, baru kemudian sampaikan pesan, maka informasi akan masuk

5 gaya rumah tangga :
1. Model rumah tangga gaya hotel.
Anda tahu hotel? Hotel adalah tempat transit, dia bukan tempat tinggal untuk menetap dalam jangka waktu yang lama. Kalau anda melihat ada sebuah rumah tangga dimana sang suami pulang ke rumah hanya untuk menumpang tidur, makan, (maaf) buang air, maka sebenarnya model rumah tangga itu disebut sebagai kategorinya model rumah tangga gaya hotel. Sering disebut 3 UR: daput, kasur, sumur. Atau 3K: kamar tidur, kamar mandi, dan kamar makan. Kalaulah rumah tangga Anda seperti itu, Anda harus bersiap-siap untuk menghadapi sebuah kata penceraian. Saya tidak sedang menakuti-nakuti Anda, tapi Anda perlu mengambil pelajaran dari dua kisah yang saya sampaikan tadi. Yakin Anda tidak akan memilih model rumah tangga yang pertama. Itu model rumah tangga gaya hotel.
2. Model rumah tangga gaya hospital atau rumah sakit.
Anda tahu ada apa dalam rumah sakit? Di dalam sebuah rumah sakit itu ada yang namanya pasien dan ada yang namanya dokter. Si pasien berkata kepada dokter, “Dok, saya sudah berobat kemana-mana dan tidak sembuh juga. Ketika Saya bertemu dengan Anda, saya bisa sembuh.” Wah dokter itu dengan arogan dan sombongnya mengatakan, “Beruntung Anda bisa berobat dengan saya. Kalau tidak ada saya, kamu tidak akan bisa sembuh.” Itu kata sang dokter. Kemudian sebaliknya sang pasien mengatakan, “Kalau saya tidak berobat dengan Anda, Anda tidak akan dapat duit.” Apa maksudnya? Model rumah tangga gaya hospital adalah model rumah tangga yang didasarkan pada politik balas jasa. Si dokter merasa berjasa pada si pasien, pasien pun merasa berjasa kepada dokter. Masing-masing merasa berjasa, merasa lebih, sehingga tidak akan ketemu, tidak akan ada sinergi. Suami merasa lebih berjasa kepada istrinya, istrinya pun merasa lebih berjasa kepada suaminya.
http://daarularqom.org/tipe-tipe-rumah-tangga-1/
3. Model rumah tangga gaya pasar.
Di pasar ada pembeli dan penjual. Si pembeli ini ingin membeli barang semurah mungkin, sebaliknya penjual ingin menjual barang semahal mungkin. Si pembeli berkata, “Pokoknya harganya sekian.” Si penjual juga berkata, “Pokoknya harganya sekian.” Dua-duanya pakai kata pokok. Susah. Tidak ada koma, masing-masing menggunakan titik. Begitu pula dalam rumah tangga, kalau suami mengatakan pokoknya dan istri mengatakan pokoknya, dua-duanya tidak menggunakan koma, masing-masing pakai titik; maka tidak ada lagi kesepakatan. Apa yang terjadi ketika seorang istri mengatakan pada suaminya, “Pokoknya saya sebagai istri tidak mau menjadi ibu rumah tangga, titik.” Suami berkata, “Pokoknya sejak kamu menjadi istri saya, tugas kamu adalah mencuci, mengepel, membersihkan, emnyiapkan makanan, mengurus anak-anak, itulah tugas kamu, ibu rumah tangga, titik.” Kemudian istrinya mengatakan, “Pokoknya sejak saya menikah dengan Anda, saya nggak mau hanya sekedar menjadi ibu rumah tangga, saya nggak mau hanya sekedar menjadi seorang istri, saya ingin bekerja Mas, saya ingin independen, saya tidak mau tergantung pada suami. Saya ini jelek-jelek sarjana lho mas,” Dua-duanya pakai titik. Harus ada bargaining power, harus ada satu tawar-menawar yang semestinya dalam sebuah rumah tangga. Harus ada kompromi.
4. Model rumah tangga gaya Grave atau kuburan.
Anda tahu bagaimana suasana di kuburan, suasana yang khas dari kuburan itu adalah sunyi, senyap, tenang, dan tidak ada suara. Itulah rumah tangga gaya kuburan. Suami istri hidup puluhan tahun tidak pernah berkomunikasi, tidak pernah ada kata-kata. Suami dan istri saling tidak bertegur sapa. No communication, No words, tidak ada komunikasi, tidak ada kata-kata. Sehingga, wajarlah kalau anak-anak itu mengalami kesuliatan berbicara. Ini pernah terjadi  di suatu temapat d indonesia ada sebuah keluarga yang tidak pernah mengadakan komunikasi antara suami dengan istri, akhirnya anak itu mengalami kesulitan berbicara, gagap dalam berbicara, padahal dia terlahir normal. Bagaimana dia bisa berbicara sementara tidak mendapatkan kosakata sedikitpun dari orangtua karena orangtuanya bisu. Tidak pernah bicara, tidak pernah berkomunikasi. Saya yakin dari model yang pertama sampai model yang keempat ini, boleh jadi Anda mungkin termasuk salah satunya. Inilah saatnya kita jujur pada diri sendiri.
http://daarularqom.org/tipe-tipe-rumah-tangga-2/
5. Model rumah tangga gaya sekolah
Model rumah tangga gaya sekolah itu adalah ditandai dengan 3A. A yang pertama adalah asah, A yang kedua adalah asih, dan A yang ketiga adalah asuh. Kalau Anda sependapat dengan model rumah tangga gaya ini, maka mulai detik ini dan mulai saat ini Anda komitmen bersama pasangan hidup Anda. Saya bersama istri saya, saya bersama suami saya, bertekad, berkomitmen untuk saling mengasah, mengasih, dan mengasuh. Ada komunikasi dua arah, bukan satu arah, bukan suami kepada istri atau istri kepada suami, harus ada dua arah. Jadi tidak ada lagi istilah yang namanya DKI (Di Bawah Ketiak Istri) atau ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) atau DTS (Dibawah Tekanan Suami). Saling mengasah, Saling menajamkan wawasan. Sharing knowledge, sharing experiences berbagi wawasan dan pengalaman, jangan pinter sendiri, sehingga suami istri bisa berdiskusi. Asih, Saling mengasihi. Asuh, saling mengasuh kasih sayang. jangan menunggu, berbuat langsung.
6. Model rumah tangga gaya masjid.
Masjid adalah gambaran model rumah tangga yang ASMARA (as sakinah mawadah wa rahmah), ada 4 ciri :
1. KETULUSAN, Niat Wudhu.
shalat diawali dengan berwudhu membersihkan semua panca indra dan tubuh yang lainnya dengan maksud untuk menjaga kebersihan hati, ketulusan jiwa.
2. KEBERSAMAAN, Jama’ah.
Adanya IMAM dan MAKMUM, bergerak bersama, tidak ada yang saling mendahului.
3. KESETIAAN, Sujud dan Ruku.
Kesetiaan mutlak antar suami istri, berlaku bagi keduanya, bukan sepihak.
4. KEDAMAIAN, Salam.
shalat diakhiri dengan salam, artinya memberikan keselamatan, ketenangan dan kedamaian kepada seisi rumah, bukan keresahan, konflik atau baku hantam
Jadi, untuk menjadi Keluarga yang Unggul, tentukan model rumah tangga yang tepat. Gaya rumah tangga sekolah dan masjid, merupakan pilihan yang bijak.
Rasulullah bersabda: ‘Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari yang terdahulu, maka dia termasuk orang-orang yang sukses”.
http://daarularqom.org/tipe-tipe-rumah-tangga-3/

Biasakan komunikasi tanpa ada “pihak ketika” seperti hp, tv, radio, tamu, dll

Waktu Berharga Pengasuhan Anak

7 tahun pertama (0-7 tahun):

Perlakukan anakmu sebagai raja.

Zona merah – zona larangan
jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak.
Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.

7 tahun kedua (7-14 tahun):

Perlakukan anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang.

Zona kuning – zona hati-hati dan waspada.
Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

7 tahun ketiga (14-21 tahun):

Perlakukan anak seperti sahabat.

Zona hijau – sudah boleh jalan.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.
http://www.7daftar.com/2015/07/subhanallah-ternyata-begini-cara.html

Tanamkan di dalam diri kita :
Aku ada, adalah anugerah
Aku ada, karena aku penting
Aku ada karrna aku diinginkan kehidupan ini
Aku ada karena aku dicintai Allah
Lakukan Tes :
Tuang nasi yang dimasukan ke 2 toples, untuk yang toples 1 diisi kata kata positif, untuk yang toples 2 diisi kata kata negatif, Nah, lihat perbedaannya

Apa yang paling dicari manusia? Perubahan

Memaafkan tidak akan merubah masa lalu, Memaafkan akan memperindah masa depan

Hargai proses, bukan mentitik beratkan pada hasil

Tipikal manusia
1. Nyasar
2. Bayar
3. Sadar


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan