Keutamaan Mempelajari Tajwid dan Tahsin | Ustadzah Khodijatus Sholihah

24. September 2016 Lain-lain 0

Keutamaan Mempelajari Tajwid dan Tahsin

Majelis Ilmu Sabtu Dhuha – Masjid Imanuddin Graha Bintaro

 

Pengertian tajwid menurut bahasa ialah “Membaguskan”.

Pengertian tajwid menurut istilah adalah Ilmu yang membahas tentang cara membaca Al Qur’an, keluarnya huruf, sifat huruf atau membaguskan huruf hijaiyyah (30 huruf, ada yg sebagian menyatakan 28, ada yg menyatakan 29).

Tahsin secara harfiyah berasal dari ‘hassana-yuhassinu’ yang artinya ‘membaguskan’. Kata ini sering digunakan sebagai padanan ‘Tajwid’ yang berasal dari ‘jawwada-yujawwidu’. Karena itu, jumhur ulama kerap menyamakan pendefinisian tahsin itu dengan tajwid, yakni ‘mengeluarkan setiap huruf hijaiyah sesuai tempat keluarnya (makhorijul huruf) dengan memberikan hak dan mustahaknya.

Dengan kata lain, metode Tahsin ialah metode untuk menyempurnakan semua hal yang berkaitan dengan kesempurnaan pengucapan huruf-huruf Al-Qur’an. Baik kesempurnaan sifat yang senantiasa melekat padanya, maupun pengucapan hukum bacaan satu huruf dengan lainnya seperti hukum nun mati dan tanwin, mim mati, hukum bacaan mad, dan sebagainya.

 

I. Huruf hidup ( vowels ) dalam bahasa Arab ditunjukan dengan harakat.

Harakat itu ada tiga macam:

a. Fat-hah َ   satu garis diatas huruf mati, seperti  بَ  ( ba ).

b. Dhammahُ  satu tanda seperti “ waw “ kecil ( و  ) diatas huruf mati seperti   بُ ( bu ).

c. Kasrah ِsatu garis di bawah huruf mati, seperti  بِ ( bi ).

Apabila hamzah berharakat kasrah, maka hamzah dan harakatnya dituliskan dibawahnya “alif”  (  إ   ).

“Waw” dan “ya” kadang-kadang digunakan juga menjadi tempat hamzah dalam keadaan tertentu.

Fat-hah dibunyikan seperti “ a” dalam kata “apa”. Dhammah dibunyikan seperti “ u”  dalam kata “aku” dan “buku”. Kasrah dibunyikan seperti “ i” dalam kata “ini” dan “pipi”. Bunyi pengucapan huruf yang mempunyai harakat sangat  tergantung dari lafal huruf itu sendiri dalam susunannya. Namun dapat dicatat bahwa harakat fat-hah pada  huruf  قَ  ظَ  طَ  ضَ  صَ     dan  رَ   dibunyikan mendekati suara “ o “.

Dalam pada itu satu harkat yang dinamakan sukun, yaitu apabila huruf mati berharakat mati (tanpa harakat), dan berbentuk bundaran kecil “ o” diletakkan di atas huruf itu, seperti   بْ   (‘b)

Harakat rangkap (diphtongs) dalam bahasa arab ada dua macam, yaitu kombinasi  ــَـ وْ dan ــَـ يْ pengulangan harakat yang berlainan bunyi, sebagai contoh قَوْمٌ  “waw” mengarah ke bunyi “o” dan, كَيًفَ  “ai” yang mengarah ke bunyi “ey”. Namun konsonant rangkap seperti ini tetap dibunyikan dengan “w” dan “y”, dan adalah suku kata tertutup ( mati ).

II. Cara menulis sebagian huruf Arab tergantung pada tempatnya, apakah berdiri sendiri, di awal atau di akhir kata. Adapun huruf-huruf:  د ذ ر ز و  tidak dapat disambung dengan huruf lain di belakangnya.

 

Yuk semangat mengaji/menuntut ilmu karena memudahkan jalan menuju surga.

“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR Muslim).

 

Hati hati, jika tidak memahami Al Quran

Abdullah bin al-Mubarak berkata: “Berapa banyak pembaca Al-Qur’an yang dilaknat oleh Al-Qur’an. Jika pembaca Al-Qur’an melakukan maksiat kepada Tuhannya, Al-Qur’an berseru dari dalam jiwanya: “Demi Allah, untuk apa kau membaca aku, tidakkah engkau malu kepada Tuhanmu?”

 

Keutamaan membaca Al Quran :

Bacalah Al-Quran karena sesungguhnya dia datang memberi syafaat bagi pembacanya di hari Kiamat.” (HR. Muslim)

 

 


Referensi

“Metode Tahsin,” Apa dan Bagaimana?

HURUF HIDUP ( HARAKAT ) DAN BENTUK HURUF

Banyak Beristighfar Ketika Membaca Al-Qur’an (1)


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan