Pendidikan Anak | Elly Risman dan Safitri

Pendidikan Anak

Seminar Hijabersmom Community

 

Mengapa Kita Tidak Siap menjadi Orang Tua?

Kita tidak menguasai :
– Tahapan perkembangan anak
– Menguasai cara otak bekerja

Hal ini berpengaruh pada kepribadian dan masa depan anak.

Akibat bicara “tidak sengaja” pada anak:
– Melemahkan konsep diri
– Membuat anak diam, melawan, menentang, tidak peduli, sulit diajak kerjasama
– Menjatuhkan harga dan kepercayaan diri anak
– Kemampuan berfikir menjadi rendah
– Iri terus

Salah satu korban akibat verbal abuse, adalah ketika dia dewasa menjadi orang yang “iri”.
Orang yang seperti ini harus dipeluk jiwanya, tidak hanya raganya.

Kekeliruan dalam komunikasi:

1. Bicara tergesa gesa

Contoh: “ayo buruan bangun, nanti ketinggalan mobil antar, cepetan mandi buruan”.

2. Tidak kenal diri sendiri

Contoh: pikirkan apa keunikan diri kita, biasanya, orang akan lama meresponnya, dengan alasan tidak terpikir.

3. Lupa, setiap individu unik

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاء لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Allah adalah Tuhan yang telah menciptakan kalian dengan bentuk terntentu dalam rahim-rahim ibu kalian sesuai kehendak-Nya. Tidak ada tuhan kecuali Allah semata. Allah Mahaperkasa dalam menentukan ciptaan-Nya lagi Mahabijaksana dalam mengatur makhluk-Nya. (QS. Ali ‘Imran [3]: 6).

Sperma (ratusan ribu gen) + Sel telur (ratusan ribu gen) = Anak (unik) perlu perlakuan khusus.

Penyakit orang tua yang suka membanding bandingkan anaknya namanya parentogenik.

4. Perbedaan needs dan wants

Kesalah pahaman ini menjadikan : banyak hal yang tidak sempat dan terabaikan.

Keinginan kita: cepet, rapi, pintar.

Kemauan anak: main, senang-senang.

Masa depan adalah dinding hamba, biarkan anak melukisnya sendiri, yang penting kita buat fondasinya.

Jangan karena kita merasa “tua” sehingga kita kira merasa “tau”.

5. Tidak membaca bahasa tubuh.

6. Tidak mendengar perasaan.

7. Kurang mendengar aktif

Contoh: “dik, jangan lari-lari di dalam rumah !”
Ketika dia jatuh karena lari lari tadi, kemudian menangis, apa reaksi kita?
Apakah menyalahkan dengan bahasa “kan mama/papa udah bilang”
atau
“Sakit ya nak?”
Jika ibu/bapak kandung nya saja tidak peduli dengan perasaan anaknya, siapa lagi yang akan peduli?

Work life balance itu penting, Jadi antara kerja dan kluarga harus seimbang

Orang tua adalah “baby sitter” nya Allah, kenapa orang tua mensubkontrakkan ke “baby sitter” yang lain, yang kualitasnya jauh dibawah kita secara emosional spiritual intelektual,dll ?”

8. Menggunakan 12 gaya populer

a. Memerintah

Contoh: “anak laki laki gak boleh cengeng”

b. Menyalahkan

Contoh: “kamu sih”

c. Meremehkan

Contoh: ” ah Gitu aja gak bisa”

d. Mencap/label

Contoh: “dasar nakal, cengeng”

e. Membandingkan

Contoh: “adikmu aja bisa, masak kamu gak bisa”

Jika kita mencap wajah jiwa anak kita, Bagaimana cara menghapus cap itu?

f. Mengancam

Lagu Nina Bobok contoh ancaman kepada anak. “Nina bobok, oh Nina bobok, kalau tidak bobok digigit nyamuk”.
Jadi, sadarkah kita sudah mengancam anak kita sedari kecil.

g. Menasehati

Percuma menasehati anak jika emosi anak sedang bermasalah.

Agama itu nasehat, cuma, tunggu sampai emosi anak sampai normal.

Jika menasehati seseorang, perhatikan perasaannya, ketika sistem limbiknya terbuka, sehingga informasi bisa masuk.

Cara menasehati di dalam Al Quran, Ucapkan perkataan yang:

–  Qaulan sadida dalam arti pembicaraan yang benar, jujur, lurus, tidak sombong, tidak berbelit-belit

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS: An-Nisaa’ [4]: 9)

Qaulan baligha, artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele. Agar komunikasi tepat sasaran, gaya bicara dan pesan yang disampaikan hendaklah disesuaikan dengan kadar intelektualitas komunikan dan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka.

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُل لَّهُمْ فِي أَنفُسِهِمْ قَوْلاً بَلِيغًا

Orang-orang munafik itu telah Allah ketahui isi hati mereka. Karena itu, jauilah perbuatan mereka dan nasehatilah mereka. Katakanlah kepada mereka perkataan yang dapat menyentuh hati mereka. (QS. An-Nisaa’ [4]: 63).

– Qaulan ma’rufa artinya perkataan yang baik.

وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُم بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاء أَوْ أَكْنَنتُمْ فِي أَنفُسِكُمْ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَكِن لاَّ تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلاَّ أَن تَقُولُواْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا وَلاَ تَعْزِمُواْ عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّىَ يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

Wahai laki-laki muslim, tidak berdosa bagi kalian menyampaikan lemaran dengan sindiran kepada janda kematian atau kalian merahasiakan keinginan melamar dalam hati kalian. Wahai laki-laki muslim, Allah mengetahui bahwa kalian selalu mengingat janda itu. Karena itu, janganlah kalian membuat janji untuk menikah dengan mereka secara rahasia sebelum masa ‘iddahnya habis. Kalian boleh menyampaikan keinginan kalian kepada janda itu dengan kata sindiran yang baik. Jangan kalian dengan sengaja membuat janji untuk menikah sebelum masa ‘iddahnya habis. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui keinginan yang ada dalam hati kalian. Karena itu hendaklah kalian berhati-hati dalam membuat janji untuk menikahi janda kematian. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Mahasantun dalam menyikapi kesalah kalian. (QS. Al-Baqarah [2]: 235).

وَلاَ تُؤْتُواْ السُّفَهَاء أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللّهُ لَكُمْ قِيَاماً وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُواْ لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا

Wahai kaum mukmin, janganlah kalian serahkan harta kekayaan anak-anak yatim dan orang yang lemah mental yang ada di tangan kalian kepada orang-orang yang akal dan mentalnya lemah. Allah telah jadikan harta kalian sebagai bekal hidup kalian. Berikanlah nafkah dan pakaian kepada orang-orang yang tidak sehat akal dan mentalnya itu, serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (QS. An-Nisaa’ [3]: 5).

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُواْ الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُواْ لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا

Wahai kaum mukmin, apabila kaum kerabat, anak yatim, dan orang-orang miskin datang kepadamu ketika pembagian waris, berikanlah sedikit sedekah dari harta waris itu kepada mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang baik. (QS. An-Nisaa’ [3]: 8).

يَا نِسَاء النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاء إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا

Wahai istri-istri Nabi, kalian tidak sama martabatnya dengan perempuan-perempuan lain, jika kalian benar-benar taat kepada Allah. Janganlah kalian lirihkan suara kalian di hadapan lelaki lain, sehingga para lelaki yang berhati tidak baik karena suka berbuat dosa, ingin mendengar suara merdu kalian. Wahai istri-istri Nabi, berkatalah kepada para lelaki lain dengan suara yang pantas (sedang). (QS. Al-Ahzaab [33]: 32).

 

Qaulan karima, yaitu perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا

Wahai Muhammda, Tuhanmu telah menetapkan; “Janganlah kamu menyembah kecuali hanya kepada Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak kamu. Jika ibu bapak kamu, salah satu atau keduanya berusia lanjut dalam pemeliharaan kamu, jangan kamu berkata ‘ah’ kepada mereka, dan janganlah membentak mereka. Akan tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang menyenangkan mereka. (QS. Al-Israa’ [17]: 23).

Qaulan layina, yaitu kata-kata yang lemah-lembut

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

lalu berkatalah kepada Fir’aun dengan lemah lembut. Mudah-mudahan Fir’aun mau menyadari kesalahan-kesalahan atau dia masuk Islam.” (QS. Thaha [20]: 44).

 

Qaulan maysura, yaitu ucapan yang mudah

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاء رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلاً مَّيْسُورًا

Jika kamu tidak dapat memberi bantuan belanja kepada kerabat kamu yang kekurangan, tetapi kamu berusaha untuk mencari rezeki dari Allah guna membantu mereka, katakanlah kepada mereka itu perkataan yang baik. (QS. Al-Israa’ [17]: 28).

h. Membohongi

Contoh: “Ah, lukanya cuma segitu, besok juga sembuh”. Padahal lukanya tidak sembuh besoknya, jadi anak menyimpulkan bahwa papa/mama “bohong”.

i. Menghibur
j. Mengkritik
k. Menyindir
l. Menganalisa

9. Selalu menyampaikan pesan kamu.

10. Tidak memisahkan “masalah siapa”.

Contoh: jika anak ketinggalan PR, karena kesalahannya sendiri, ajarkan dia untuk menerima konsekuensinya. Jangan memanjakannya dengan memberikan solusi instan termasuk mengantarkan PR yang tertinggal.

Jangan sampai kita punya “inner child”, suatu permasalahan yang muncul karena kita tidak menyelesaikan masalah dengan diri sendiri.

 

Orang yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, bagaimana mungkin dia akan memberikan kasih sayang untuk anaknya?

Dalam kehidupan sehari hari, kepribadian kita dibentuk dengan motive dan goals pengasuhan.

Kiat meningkatkan komunikasi
Dimulai darimana? Dari diri sendiri
a. Harus berubah
b. Gunakan kekuatan sentuhan
c. Bekerjasama; kenali dan sehatkan inner child Anda dan pasangan

Langkah langkahnya:

1. Turunkan frekuensi

Lakukan shalat taubat, Pasti ada cara pengasuhan yang salah

2. Baca bahasa tubuh

– Tindakan, bicara lebih nyaring daripada kata kata
– Bahasa tubuh tidak pernah berbohong. Lihat cara kakinya berdiri, cara meletakkan tangan.

3. Dengarkan perasaan

Tebak perasaannya. Namakan perasaan, misalnya : capek ya, kesel sekali dong
Tunggu jawabannya. Tebak lagi.

4. Mendengar aktif

Jadilah cermin, misalnya dengan merespon:

“Oh gitu”
“Hmm ya Allah”
“Terus?”
“Sedih bener dong”
“Kecewa ya?”
“Makanya kamu marah ya?”

Jadi kalau kita berhasil melaksanakan itu semua, Maka kita akan mendapatkan emosi yang sudah mengalir

5. Hindari 12 gaya populer

Akibat menggunakan 12 gaya populer, anak akan;
– Tidak percaya pada perasaannya sendiri
– Tidak percaya diri alias nggak pede

 

Sistem limbic (bagian-bagian otak):
– Mendukung perasaan/emosi
– Mendukung motivasi
– Berhubungan dengan memori
– Mengontrol sistem saraf simpatik, jantung, paru paru, usus dan organ seks.

Jadi, Kalau anak akan belajar efektif kalau dia ada motivasi untuk belajar

Anak yang menjadi target

1. Laki laki
2. Belum baligh

Solusinya 3S = Smart, Sensitive, Spiritual

Hal hal yang dilakukan oleh seksual predator -> Hal yang mereka lakukan :

  1. Mereka mengeluarkan waktu, uang dan energi
  2. Pendengar yang baik dan berempati dengan masalah anak anak
  3. Anak digoda memberikan perhatian -> hadiah
  4. Konten seksual

Apabila komunikasi lancar dan tatap muka, kemudian mengarah ke seks

Sekarang ini, banyak anak SD yang sudah menanyakan hal hal yang sepatutnya tidak terpikir oleh mereka mengenai hal hal seksual

Modus operandi dalam mendekati anak anak

  1. Miss-call
  2. Dipaksa oleh pacar
  3. Dijual oleh: teman/tetangga

 

Kecanduan Pornografi menyerang kepada anak yang BLAST

Boring = Bosan

Lonely = Kesepian

Angry, Affraid = Marah, Takut

Stress

Tired = Capek

 

Apa yang mereka inginkan dari anak anak kita?

Mark B Kastleman, CANDEO

1. Anak dan remaja kita memiliki

Perpustakaan porno = mental model porno yang bisa diakses kapan saja, dimana saja

2. Kerusakan otak permanen

Visual crack cocain/erototoksin

3. Sasaran tembak utama : anak kita yang baligh

33-36 kali ejakulasi -> pecandu pornografi seumur hidup

Pelanggan seumur hidup = future market

 

Survey yang dilakukan kepada anak SD Kelas 4, 5, 6

Bagaimana mereka mendapatkan konten porno ?

  1. Internet 22%
  2. Film/Bioskop 16%
  3. Vcd/Dvd 15%
  4. Games 13%
  5. Komik 11%
  6. Iklan 6%
  7. Sinetron dan Tv 5%
  8. Media cetak 5%
  9. Hp 4%
  10. Buku cerita 3%

Tempat anak melihat materi pornografi

  1. Rumah sendiri/saudara 33%
  2. Lain lain 31%
  3. Bioskop 19%
  4. Warnet 9%
  5. Rumah teman 7%
  6. Sekolah 1%

Alasan anak melihat media pornografi

  1. Tidak sengaja 79%
  2. Penasaran 8%
  3. Lain lain 7%
  4. Terpengaruh teman 3%
  5. Iseng 2%

Lain lain = Muncul sendiri, tidak ada alasan, tidak tahu, disuruh

Apa sih yang anak SD pikirkan menjelang kelulusan saat ini ? Bukan lagi mengenai lulus/tidak, nilai bagus/tidak, melainkan :

  1. Apakah statusnya masih single
  2. Apakah ada yang PDKT dengannya
  3. Apakah statusnya sudah Taken
  4. Melakukan pengumuman perubahan status di jejaring sosial
  5. Melakukan “Pajak jadian” dengan teman temannya

Apakah pernah mengakses media pornografi ?

  1. Ya 86%
  2. Tidak 14%

Pornografi

  1. Responder selalu minta dipuaskan
  2. Anak anak mula mula = Shock-> dopamin keluar -> senang->melihat lagi-> kecanduan
  3. Pornografi melakukan stop terhadap filter
  4. Direktur tidak digunakan secara optimal
  5. Otak Use It atau Loose It
  6. Direktur mengecil, fungsinya terganggu

Direktur: bagian otak Pre Frontal Cortex

Movie: high school cartoon dvd

Video clip: Nicky Minaj,Justin Beiber, Miley Cyrus, Kim Kardashian dan Kanye West

Youtube: Animee

Games: God of war, GTA V, Clash of Kings, Naruto

Online dating : Grindr, Ok2bme

Games Abad 21

  1. Games sekarang lebih realistis
  2. Gambar lebih nyata
  3. Pemain bisa memilih karakter apa saja yang diinginkan
  4. Keterampilan lebih kompleks
  5. Kecekatan yang tinggi
  6. Membuat anak mendapatkan kepuasan psikologis (menang dapat hadiah).
  7. Kecanduan lebih besar

Dampak Negatif Games

A. Bagi fisik anak

  1. Menyebabkan kejang lengan
  2. Mengikis lutein pada retina mata
  3. Mencetuskan ayan/epilepsi

B. Apa yang harus dilakukan?

  1. Mempelajari jenis games
  2. Tanyakan pada anak games yang paling disuka dan sering dimainkan
  3. Periksa rating dan peringkatnya
  4. Darimana dia mendapatkannya
  5. Tau tidak dampak pada fisiknya
  6. Diskusikan bersama anak

Dan berikut ini adalah panduan singkat tentang Rating yang dikeluarkan oleh The Entertainment Software Rating Board (ESRB) :

1. Early Childhood

Game yang berating ini adalah game yang ditujukan untuk anak usia 3 tahun keatas. Konten yang ada didalamnya benar benar aman. Orang tua tidak perlu khawatir anaknya memainkan game ini.

2. Everyone

Game dengan rating ini ditujukan untuk anak usia 6 tahun keatas. Terdapat konten kartun dan imajinatif lainnya. Dan beberapa penggunaan bahasa slang dan adegan kekerasan ringan. Rating ini adalah rating paling “komersil” dalam industri game.

3. Everyone 10+

Game dengan rating ini ditujukan untuk anak usia 10 tahun keatas. Terdapat lebih banyak konten kartun dan imajinatif lainnya. Juga lebih banyak penggunaan bahasa slang dan kekerasan ringan.

4. Teen

Game dengan rating ini ditujukan untuk anak usia 13 tahun keatas. Terdapat konten sugestif, kekerasan ringan, humor kasar, perjudian, dan/atau sedikit penggunaan bahasa kasar.

5. Mature

Game dengan rating ini ditujukan untuk orang orang usia 17 tahun keatas. Didalamnya mungkin terdapat adegan kekerasan, darah, mutilasi (gore), penggunaan kata kasar, dan konten seksual.

6. Adult Only

Game dengan rating ini ditujukan untuk pengguna berusia 18 tahun keatas, di beberapa negara, dikategorikan untuk 21 tahun keatas. Mungkin terdapat adegan kekerasan, dan adegan seksual.

7. Rating Pending

Rating ini digunakan untuk game yang sudah didaftarkan ke ESRB namun masih menunggu keputusan rating yang ditetapkan. Biasanya muncul pada game demo atau pada saat promosi dari game tersebut.

Tanda rating terdapat di sampul depan dan sampul belakang video games

Kenapa penting mengetahui rating games ?

1. Banyak video games bajakan harga terjangkau dan mudah ditemukan memiliki rating ESRB yang tidak sesuai dengan rating ESRB sebenarnya

2. Banyak video games ber rating AO (Adult only) atau M (Mature) yang dibajak dengan rating ESRB diubah menjadi Teen seperti GTA, San Andreas, Mass Effect, GTA IV, BMXXX Dll

Games yang paling sering dimainkan anak anak :

  1. GTA
  2. Point blank
  3. Mengintip dan mencuri
  4. Sims 1 dan II
  5. God of war

Gay dan Lesbi

Comprehensive

Sexual

Education

 

Bagian otak yang rusak dengan adanya kecanduan pornografi :

Bagian Pre Frontal Cortex (Direktur) adalah bagian otak yang berfungsi mengatur/mengkoordinasi :

1. Tempat moral dan nilai bertanggung jawab untuk

  1. Perencanaan masa depan
  2. Organisasi
  3. Pengaturan emosi tunda kepuasan
  4. Pengontrolan diri-Konsekuensi
  5. Pengambilan keputusan

2. Ekspresi kepribadian.

Hal-hal tersebut yang membedakan manusia dan hewan.

Ciri-ciri anak yang telah kecanduan pornografi:

  1. mudah haus dan tenggorokan kering
  2. sering minum, sering buang air kecil
  3. sering berkahayal
  4. sulit konsentrasi,
  5. Jika bicara, menghindari kontak mata
  6. Sering bermain ps dan internet dalam jangka waktu yang lama
  7. prestasi akademis menurun
  8. Main dengan teman/kelompok yang itu itu saja
  9. Berperilaku yang aneh, sering; kancing baju sampai ke atas, rambut gondrong dll

 

Apa yang mereka inginkan terhadap anak kita?

a. anak dan remaja meiliki : mental model prono (perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja).

b. sasaran tembak utama dan anak kita yang belum baligh (33 – 36 kali ejakulasi: menjadi pecandu pornografi seumur hidup).

c. kerusakan otak permanen

 

Sistim limbik – Dorpamin

Nucleus Accumbens:

  1. mendukung perasaan: emosi, motivasi dan berhubungan dengan memori
  2. mendukung pre frontal cortex untuk merasakan kenikmatan
  3. mengontrol sistem syaraf simpatik: jantung, paru paru, usu dan organ seks.

 

Proses kecanduan dan akibatnya:

Dopamin – senang/euphoria – rasa bersalah

Akan mengganggu:

  1. analisa
  2. penilaian
  3. pemahaman
  4. pengambilan keputusan
  5. makna hubungan
  6. hati nurani
  7. spiritualitas

Iman yang akan terkikis menjadi tumbang

Langkah langkah menjadi terapis bagi anak

1. Tenang
2. Hindari marah dan panik
3. Terima dengan memaafkan, minta ampunkan dan bermusyawarah
4. Perbaiki pola pengasuhan

 

8 Hal yang membantu anak

1. Hadirkan kembali Tuhan (Allah SWT) dalam diri anak
2. Jangan fokus pada akademis semata
3. Aktif menggunakan teknologi media
4. Komunikasi dan disiplin
5. Konsep dan harga diri yang baik
6. Mandiri dan bertanggung jawab
7. Kemampuan berfikir kritis
8. Doa

Cara menghadapi anak

1. Anak butuh pendampingan
2. Bangun kerjasama
3. Sepakati langkah agar anak mampu :

a. Hadapi = Face it

b. Gantikan = Replace it

c. Bersama orang lain = connect

 

Anak anak memerlukan

  1. Pemerimaan
  2. Penghargaan
  3. Pujian

Komentar, Pertanyaan dan Masukkan