Membentuk Karakter Anak Secara Islami | Hj. Neno Warisman

08. February 2017 Parenting, Tausiyah 0

Membentuk Karakter Anak Secara Islami

Taklim Ma.na dan Islamic Village School

 

Keluarga islami dimulai dengan berpartisipasi berniaga dengan Allah, bagaimana caranya menjadi keluarga yang:

  1. Beriman kepada Allah dan Rasul
  2. Jihad dengan harta dan jiwa
  3. Membaca Al Qur’an
  4. Shalat
  5. Infaq

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? | (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. | Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ´Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS: Ash-Shaff [61]: 10-12).

 

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, | agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS: Faathir [35]: 29-30).

 

Keluarga islami diisi oleh istri yg sholehah, ciri-ciri-nya:

“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi” (HR Ath-Thabrani).

 

Bagaimana mengawali karakter keluarga islami?:

  1. Perhatikan pikiran Anda, dia akan menjadi kata-kata. Perhatikan kata-kata Anda, dia akan menjadi tindakan. Perhatikan tindakan Anda, dia menjadi kebiasaan. Perhatikan kebiasaan Anda, dia menjadi karakter. Perhatikan karakter Anda, itu akan menjadi takdir Anda.
  2. Dalam membentuk keluarga islami, tidak ada hal yang sia-sia sekecil apapun. Setiap hal yang orang tua upayakan, harus disikapi dengan optimisme demi mewujudkan keluarga islami. Optimisme meskipun mungkin kita tahu belum bisa melihat hasilnya esok hari.

“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanamnya sebelum terjadinya kiamat maka hendaklah dia menanamnya” (HR Ahmad).

 

Tantangan karakter keluarga islami, sekarang ini pengguna gadget jauh lebih banyak daripada jumlah warga negara semuanya, berarti 1 orang bisa jadi memiliki gadget 2 atau 3 atau bahkan lebih. Indonesia masuk sebagai pasar ketiga terbesar, proyek palapa ring, salah satu pemakai terbanyak gadget di dunia, Namun sayang sekali muatannya lebih banyak yang negatif serta menghambat pembentukam karakter islami.

 

Karakter anak islami menurut tuntunan di dalam Al Quran

  1. Bersyukur.
  2. Taat, setia, lurus.
  3. Santun, hormat dan penyayang.
  4. Adil, mampu menahan diri, sabar.
  5. Dermawan, tulus, suka bekerja keras, amanah, jujur, ikhlas.
  6. Berjuang, tangguh, pemberani.
  7. Rendah hati.
  8. Sederhana, apa adanya, berbahasa mulia.

 

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. | Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. | Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. | (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. | Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). | Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. | Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (QS: Luqman [31]: 12-19)

 

Didik anak yang memiliki karakter islami dengan membiasakam 3 kata ajaib seperti Terimakasih” (thank you), “maaf” (sorry), dan “tolong” (please).

Katakter pendidikan islami adalah berlaku lemah lembut

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS: Ali Imran [3]: 159).

 

Pembentukan karakter islami dengan cara mengucapkan perkataan yang:

  1. Qaulan sadida dalam arti pembicaraan yang benar, jujur, lurus, tidak sombong, tidak berbelit-belit.
  2. Qaulan Baligha artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele. Agar komunikasi tepat sasaran, gaya bicara dan pesan yang disampaikan hendaklah disesuaikan dengan kadar intelektualitas komunikan dan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka.
  3. Qaulan Ma’rufa artinya perkataan yang baik.
  4. Qaulan Karima yaitu perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama.
  5. Qaulan Layina yaitu kata-kata yang lemah-lembut.
  6. Qaulan Maysura yaitu ucapan yang mudah.

 


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan