Bahaya Gadget | Ustadz Satria Hadi Lubis

Bahaya Gadget

Majelis Ilmu Sabtu Dhuha – Masjid Imanuddin

 

Jadikan Ramadhan sebagai sarana kembali kepada keluarga.

 

 

 

 

 

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS: Al-Furqaan [25]: 74).

 

Agar taqwa tercapai:

1. Menata waktu kembali

 

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam sembahyangnya,dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, (QS: Al-Mu’minuun [23]: 1-3).

 

2. Membuat target Ramadhan

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS: Al-Baqarah [2]: 183).

 

3. Meminimalkan gangguan kekhusyukan

Mengurangi pemakaian alat elekteonik, seperti televisi, hp, komputer.

”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Internet telah merubah bagaimana kita berkomunikasi, belajar dan bekerja.

 

Saat internet, anak anak akan …

  1. 1. Berkomunikasi di media sosial
  2. 2. Menonton film
  3. 3. Menulis blog
  4. 4. Mencari bahan untuk tugas sekolah
  5. 5. Mengunduh musik atau video
  6. 6. Bermain games

 

Tumbuh kemampuan multi tasking:

  1. Mengerjakan PR
  2. Bicara dengan teman melalui FB
  3. Berinteraksi dengan kelompok teman bermain dalam games online
  4. Melihat video di youtube

(Semua dilakukan pada wktu yang sama).

 

Anak anak adalah digital native, mereka terbiasa mengerjakan beberapa hal sekaligus dalam waktu bersamaan.

 

Ortu digital immigrant

  1. Orang tua dan guru adalah orang yang baru belakangan mengenal perangkat digital.
  2. Cenderung masih menyerap informasi dengan pendekatan lama yaitu linier.
  3. Kita biasa berpikir runut, tidak lompat lompat, karena terbiasa menggunakan media seperti buku, majalah, koran dll.
  4. Anak-anak suka penyajian informasi yg memang didesain mudah dan user friendly.
  5. Ditambah lagi tampilan internet amat menyenangkan (ada gambar, grafik, warna, gerak, suara yang sangat berbeda dengan buku teks dan sumber belajar yang konvensional).
  6. Tapi akhirnya hampir semua orang menjadi techno junkies (takut untuk berjauhan dengan komputer atau hp untuk waktu yg lama).

 

Apakah hal ini terjadi pada kita?

  1. Tidak mau bergaul
  2. Ketagihan teknologi
  3. Susah konsentrasi
  4. Plagiat

 

I am OK you aren’t Ok

  1. Anak-anak menganggap mereka memiliki pengetahuan lebih banyak dalam hal media baru.
  2. Anak-anak akan merasa orang tua sok tahu padahal mereka lebih jago soal internet dibanding orang tua-nya (model lama/dianggap kolot).

 

Beda gaya, picu konflik

  1. Orang tua akan menegur anak agar fokus mengerjakan tugas. Sementara anak jengkel dengan teguran orang tua (apa yang dilakukan baik-baik saja dan toh nanti tugas sekolahnya akan selesai juga).
  2. Konflik ini dapat berdampak buruk bagi komunikasi terutama yang berkaitan dengan penggunaan media baru.

 

Ciri ketagihan gadget

  1. Tidak makan.
  2. Kurang tidur (anak perlu 9 jam tidur).
  3. Tidak melakukan apa-apa.
  4. Tidak mandi.
  5. Tidak mengerjakan tugas sekolah atau tugas lain.
  6. Tidak berinteraksi dengan semua anggota keluarga.
  7. Jika anak merasa lebih nyaman dengan teman online daripada teman yang sesungguhnya.
  8. Tidak dapat berhenti bermain games atau surfing.
  9. Jika anak mengabaikan hubungan sosialisasi dengan teman, tugas-tugas dan hal lain yang penting dalam hidup.

 

Bahaya pornografi

  1. Bahaya paling besar yang dihadapi negara ini adalah bahwa tidak tahu bahwa kita dalam bahaya.
  2. Kita tidak sadar bahwa pornografi telah merusak anak anak kita.

 

Penelitian terhadap anak kelas 4 SD

  1. 87% sudah pernah menonton film porno lewat hp, dvd, internet, komik, sinetron dll.
  2. 51% melihat di rumah sendiri/saudara (orang tua ada).

 

Apa yang “mereka” inginkan?

  1. Anak dan remaja memiliki perpustakaan porno.
  2. Kerusakan otak permanen.
  3. Pelanggan seumur hidup = future market.

 

Sasaran industri pornografi:

  1. Laki-laki (perempuan juga).
  2. Belum baligh
  3. Anak-anak yang BLAST (Boring, Lonely, Angry, Afraid, Stress, Tired).

 

Inilah Ghozwul Fikri

Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat islam agar umat islam tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah menurut islam.

 

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(QS: Al-Baqarah [2]: 217)

 

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.(QS: Al-Baqarah [2]: 120).

 

Syekh Abul Hasan Ali An Nadwi, ulama besar India :

Di saat sekarang ini selama beberapa waktu dunia islam telah dihadapkan pada ancaman pemurtadan yang menyelimuti bayang-bayang di atasnya dari ujung ke ujung.

Inilah kemurtadan yang melanda muslim timur pada dominasi politik barat dan telah menimbulkan tantangan yang paling serius terhadap islam sejak masa Rasulullah SAW

 

Perbandingan antara perang fisik dan ghozwul fikri:

Perang fisik:

  1. Biaya sangat mahal.
  2. Jangkauan terbatas di front.
  3. Obyek merasakan.
  4. Dampak mengadakan perlawanan.
  5. Persenjataan berupa senjata berat.

 

Ghozwul Fikri:

  1. Biaya murah dan dikembalikan.
  2. Jangkauan sampai ke rumah rumah.
  3. Obyek sama sekali tidak merasa.
  4. Dampak menjadikan idola.
  5. Persenjataan berupa slogan, hoax teori.

 

Sarana ghozwul fikri: TV, HP, internet, dll.

Dan orang-orang yang kafir berkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka”. (QS: Fushshilat [41]: 26).

 

Balancing real life and screen time:

  1. Berhubungan dengan teknologi seharusnya tidak boleh menggantikan komunikasi tatap muka pada setiap tahap kehidupan
  2. Permainan komputer sangat berbahaya karena membuat anak menjadi terpendam atau tenggelam
  3. Games memang dibuat seperti itu, pemain akan secara cepat tertekan untuk menang dan tidak boleh mengecewakan timnya karena kalah
  4. Namun ada masalah lain yg lebih besar yaitu masalah kehidupan nyata yang ditinggalkan
  5. Pengguna kronis media dampaknua adalah menghilangkan kecerdasan emosional (ketidak mampuan bersosialisasi antara satu dengan yang lain, tidak berkembangnya empati serta tidak punya rasa kasih sayang).

 

Aturan untuk bijaksana:

Komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, jika dapat membantu perkembangan anak.

 

Saran-saran untuk ortu:

  1. Ortu dapat meminta anak untuk membuat catatan berapa lama anak bisa menggunakan internet yang tidak ada kaitannya dengan tugas sekolah.
  2. Ortu juga dapat melakukan pengamatan, dan juga dialog dengan anak (Kapan anak biasa melakukannya? siang hari? saat sekolah? Apa yang mendorong anak untuk melakukannya?
  3. Ajari anak untuk mengganti waktu internet dengan kegiatan yang sehat.Jika anak merasa bosan dan merasa sendiri, hindari untuk ke internet meskipun itu sulit dan berat.
  4. Buat rencana dengan teman untuk mengisi waktu yg bermanfaat, les apa yg sesuai dengan minat, membaca dan menghafal quran, membaca dan mendiskusikan buku.
  5. Jangan menyalahkan anak semata mata. Kita perlu ingat bahwa sebenarnya orang tualah yang berperan mengenalkan anak pada game. Seringkali orang tua membelikan smartphone yang sebenarnya belum pantas untuk anak anak usia tertentu.
  6. Kalau sudah terlanjur usahakan untuk membangun kembali hubungan yang baik terlebih dahulu. Jangan sampai kemarahan atau kekecewaan kita mempengaruhi relasi kita dengan anak. Kalau anak anak sudah luka dengan sikap orang tuanya, akan lebih sulit mendekati hatinya.
  7. Selain games, jejaring sosial yang sering digunakan anak anak adalah twitter, facebook dan instagram. Ada baiknya orangtua dan anak bersahabat di jejaring sosial itu. Dengan demikian orang tua bisa mengawasi hal hal yang ditulis anak anaknya, dan mengenal gejala.yang membahayakan anak mereka.

Komentar, Pertanyaan dan Masukkan