Fiqih Ramadhan | Ustadz Firanda Andirja

Fiqih Ramadhan

Kajian Ba’da Maghrib – Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro

 

Dari Abu Hurairah , Rasulullah naik ke atas mimbar, kemudian beliau berkata: “Aamiin… Aamiin… Aamiin…”. Kemudian ditanyakan (para sahabat), kepada beliau; “Wahai Rasulullah, saat engkau naik ke atas mimbar, engkau sampai mengatakan Aamiin (3x) (ada apakah gerangan?)”.

Kemudian Rasulullah memberikan keterangan:

“Jibril telah datang kepadaku dengan mengatakan, “Barang siapa yang telah datang kepadanya bulan Ramadhan (puasa), kemudian dia tidak mendapatkan pengampunan (pada bulan Ramadhan tersebut), maka ia dimasukkan ke dalam api neraka dan Allah jauh dari dirinya, maka katakanlah “Aamiin”, kemudian aku meng-aamiin-kannya.”

“Dan barang siapa yang mendapatkan orang tuanya (ketika keduanya masih hidup), atau salah satu diantara kedua orang tuanya masih hidup, sementara (dia mampu berbuat baik untuk kedua atau salah satu diantara keduanya), kemudian dia tak mau berbuat baik kepada keduanya, atau salah satu diantara keduanya (yang masih hidup tadi), kemudian mati, maka Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka, dan Allah jauh dari dirinya, maka aku katakan “Aamiin”.

“Dan barang siapa yang dimana namaku disebutkan (didepannya), kemudian dia tak memberikan shalawat kepadaku, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka dan Allah sangat jauh dari dirinya, maka katakanlah (wahai Muhammad ) (aamiin), maka aku katakan “Aamiin” (HR Ibnu Hibban).

 

Penentuan awal dan akhir Ramadan dapat dilakukan melalui salah satu dari tiga cara di bawah ini:

  1. Rukyatul hilal (melihat bulan sabit) Yaitu melihat hilal (bulan baru/sabit) setelah ijtima’ (konjungsi) dan setelah wujud/muncul di atas ufuk pada akhir bulan dengan mata telanjang atau melalui alat.
  2. Menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Ketika para perukyat tidak berhasil melihat hilal pada tanggal 29 bulan Sya’ban baik keadaan langit berawan, mendung atau cerah, maka cara menentukan awal bulan Ramadhan dalam keadaan seperti ini adalah menjadikan bilangan bulan Sya’ban menjadi 30
  3. Memperkirakan bulan sabit. Dari ‘Ammar bin Yasir -rau-, ia berkata, “Siapa yang berpuasa pada hari yang meragukan, maka ia telah durhaka pada Abul Qosim, yaitu Rasulullah -saws-.” Hadits ini disebutkan oleh Bukhari secara mu’allaq (tanpa sanad).

 

Puasa Ramadhan

Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar (Shubuh), maka puasanya tidak sah.” (HR. Abu Daud)

 

Puasa Sunnah

Dari ‘Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?” Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun berkata, “Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang.” Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurman, samin dan tepung).” Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.” Lalu beliau menyantapnya. (HR. Muslim)

 

Keutamaan mengucapkan niat untuk berpuasa.

Hadist arbain : Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab -rau-, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan, tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

 

Selama bulan ramadhan, boleh berjimak dengan suami/istri asalkan ketika di malam hari:

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tika dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.(QS. Al-Baqarah [2]: 187)

 

Keutamaan sahur:

Sesungguhnya dia adalah berkah yang diberikan Allâh kepada kalian, maka jangan kalian meninggalkannya (HR. An-Nasai)

 

Yang membedakan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.

Makan Sahur adalah keberkahan, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya berupa seteguk air, karena Allah dan Malaikat-Nya bershalawat bagi orang-orang yang bersahur.” (HR. Ibnu Abu Syaibah dan Ahmad)

 

Hal (perkara) yang dapat membatalkan puasa

  1. Makan dan Minum disengaja
  2. Jima’
  3. Mengeluarkan mani dengan sengaja
  4. Muntah disengaja
  5. Haid dan nifas
  6. Memasukkan jarum suntik
    Masukan suatu hal dalam tubuh melalui jarum suntik yang bertujuan untuk mengenyangkan, biasa membatalkan puasa, namun ada beda pendapat tentang hal ini.
  7. Gila (hilang akal)
  8. Memasukan benda melalui kubul dan dhubur
  9. Menghisab asap rokok dengan sengaja

 

Hal yang tidak membatalkan puasa

  1. Menelan ludah sendiri
  2. Berkumur saat sedang puasa (perlu berhati-hati)
  3. Sikat Gigi tengah hari (makruh)
  4. Mencium aroma masakan
  5. Keluar darah dari luka tidak sengaja kecuali menimbulkan rasa pusing dan lemas
  6. Muntah tidak dengan disengaja seperti sakit, mabuk perjalanan
  7. Keluar sperma tanpa sengaja seperti mimpi
  8. Pingsan jika sempat sadar disiang hari

 

Hal yang membatalkan pahala puasa

  1. Mengucapkan kata-kata dusta atau bohong
  2. Menggunjing (membicarakan kejelekan orang lain), adu domba dsb
  3. Memberi kesaksian tidak benar (palsu)
  4. Mengucapkan kata-kata kotor atau keji, sumpah serapah, ungkapan kotor akibat marah
  5. Mengucapkan kata-kata yang tidak membwa manfaat
  6. Ucapan lantang (teriakan), adu mulut dalam pertikaian
  7. Berbuat hasud (dengki) yang dapat merugikan orang lain
  8. Melihat perempuan lalu timbul nafsu
  9. Mencium perempuan bukan muhrimnya
  10. Melakukan pencurian dan sebagainya

Komentar, Pertanyaan dan Masukkan