Kajian Ba’da Tarawih 2 Ramadhan1438 H | Ustadz Oemar Mita

Kajian Ba’da Tarawih 2 Ramadhan1438 H

Masjid Ash Shaff, Disktrik Emerald Bintaro

 

Doa kita adalah disampaikan usia sampai bulan Ramadhan:

Ya Allah berkahilah hidup kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami hingga bulan Ramadhan (HR. Ahmad)

Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Jadi, apa pengertian berkah? Berkah adalah segala sesuatu yang menambah ketaatan, bertambahnya kebaikan.

Tidak semua kenikmatan itu berkah, bisa jadi kenikmatan yang diberikan kepada pelaku maksiat itu adalah istidraj,

Hati hati dengan istidraj:

Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad).

 

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. Al An’aam [6]: 44).

 

Perbanyak sedekah agar kita mendapatkan kemuliaan surga Ar Rayyan:

Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari)

Imam Mu’alla bin Al-Fadhl berkata, “Dahulu para ulama senantiasa berdoa kepada Allah selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan. Kemudian mereka juga berdoa selama enam bulan agar diterima amal ibadah mereka (selama Ramadhan).”

 

Doa Nabi Ibrahim setelah membangun ka’bah:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Baqarah [2]: 127-128)

 

Perbanyak doa dzikir pagi:

Ya Allah, Sungguh aku minta kepada-Mua ilmu ilmu yang manfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima (HR. Ibnu Majah).

 

Amalan belum tentu diterima, jadi apa yang harus kita lakukan:

  1. Perbanyak doa di waktu mustajab
  2. Perhatikan ibadah sunah

 

Rasulullah pernah memanggil Bilal -rau-, lalu bersabda:

Dari Abu Hurairah , beliau mengatakan, “Rasulullâh bersabda kepada Bilâl setelah menunaikan shalat Subuh, ‘Wahai Bilâl, beritahukanlah kepadaku tentang perbuatan-perbuatanmu yang paling engkau harapkan manfaatnya dalam Islam! Karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu di depanku di surga.’ Bilâl Radhiyallahu anhu menjawab, ‘Tidak ada satu perbuatan pun yang pernah aku lakukan, yang lebih kuharapkan manfaatnya dalam Islam dibandingkan dengan (harapanku terhadap) perbuatanku yang senantiasa melakukan shalat (sunat) yang mampu aku lakukan setiap selesai bersuci dengan sempurna di waktu siang ataupun malam.’ [HR Muslim]

 

Hikmah menjawab bersin :

dari Abu Dawud penulis As Sunan, bahwa suatu saat beliau sedang berada di atas bahtera, dan mendengar orang yang bersin yang kemudian memuji Allah di tepi peraiaran. Maka beliau menyewa sebuah sampan dengan harga satu dirham untuk mendatangi orang yang bersin tersebut dalam rangka menjawabnya. Imam Abu Dawud ditanya mengenai apa yang telah beliau lakukan itu. Beliau pun menjawab,’Semoga ia menjadi doa yang terkabulkan.’ Dan ketika para penumpang bahtera berbaring, mereka serentak mendengar ada yang mangatakan,’Wahai para penumpang bahtera, sesungguhnya Abu Dawud telah membeli surga dari Allah Ta’ala dengan satu dirham!’


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan