Serba-serbi Kesalahan dalam Shalat | Ustadzah Lulung Mumtaza

Serba-serbi Kesalahan dalam Shalat

Taklim Ma.na – Mal @ Alam Sutera

 

Imam Nawawi berkata, “Makna hadits ini, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sama sekali melebihi apa yang telah aku lihat di dalam surga pada hari ini. Aku juga tidak pernah melihat keburukan melebihi apa yang telah aku lihat di dalam neraka pada hari ini. Seandainya kamu melihat apa yang telah aku lihat dan mengetahui apa yang telah aku ketahui semua yang aku lihat hari ini dan sebelumnya, sungguh kamu pasti sangat takut, menjadi sedikit tertawa dan banyak menangis”. (Syarah Muslim)

Kesalahan kesalahan dalam shalat:

1. Meletakkan tangan di pinggang

“Nabi melarang seseorang shalat mukhtashiron (tangan diletakkan di pinggang).” (HR. Bukhari).

2. Memandang ke atas

Apabila salah seorang kalian sedang shalat, janganlah ia mengangkat pandangannya ke langit, (dikhawatirkan) pandangannya akan disambar.” (HR. Ahmad)

3. Hindari menggunakan mukena yang bergambar atau bercorak yang dimungkinkan mengganggu kekhusyukan shalat jama’ah yang lain

4. Menoleh tanpa ada keperluan

Rasulullah bersabda kepadaku: “Wahai anakku, janganlah kamu menoleh dalam shalat, karena menoleh dalam shalat adalah penyebab kebinasaan, jika kamu terpaksa untuk menoleh dalam shalat, maka lakukanlah dalam shalat sunnah, tidak dalam shalat fardlu’. (H.R. Tirmidzi)

5. Melangkah tanpa ada keperluan

Sesungguhnya Abu Bakroh datang saat Rosulullah dalam keadaan ruku’, lalu dia ruku’ di luar shaf, kemudian berjalan menuju shaf. Tatkala Nabi selesai shalat, beliau bersabda: “Siapakah di antara kalian yang ruku di luar shaf kemudian berjalan masuk ke shaf?” Abu Bakrah menjawab; Saya. Maka Nabi bersabda: “Semoga Allah menambahkan semangat untukmu melakukan kebaikan, dan jangan kamu mengulanginya lagi.” (HR Abu Dawud)

6. Membunyikan jari-jemari

Janganlah kamu membunyikan jari-jarimu sedangkan engkau sedang shalat” (HR. Ibnu Majah)

7. Menguap

Apabila salah seorang di antara kalian menguap maka hendaklah menutup mulut dengan tangannya karena syaitan akan masuk (ke dalam mulut yang terbuka) (HR. Muslim)

 

Tahajud bisa diawal malam, tengah malam, akhir malam

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Muzzammil [73]: 20)

8. Meludah ke arah kanan atau ke arah kiblat

Barangsiapa meludah ke arah kiblat, maka ia akan datang pada hari kiamat, sedang ludahnya akan menempel di kedua matanya (HR Abu dawud)

9. Memejamkan mata

Dari Ibnu Abbas , beliau berkata, Rasulullah bersabda : “Jika salah seorang diantara kamu sekalian sedang sholat, janganlah memejamkan kedua matanya (HR. At-Thabarani)

10. Meregangkan badan

Hindari dalam posisi shalat

11. Meletakkan tangan harus di dengkul, bukan dibawah dengkul

13. Sambil membaca Al quran diperbolehkan, selama tidak mengganggu gerakan shalat

14. Menempelkan lengan di lantai seperti anjing

Seimbanglah di dalam sujud, dan janganlah seseorang dari kamu menghamparkan kedua lengannya sebagaimana terhamparnya (kaki) anjing (HR Bukhori)

Perhatikan gerakan shalat sesuai yang diajarkan Rasulullah

Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat (HR Bukhori)

15. Memperbaiki pakaian, menyingsingkan lengan baju. Hindari perbuatan ini selama shalat

Dari Anas Ra , Rasulullah bersabda “Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang (anggota), dahi, beliau menunjukan dengan tangannya ke hidungnya, dua tangan, dua lutut dan kedua ujung jari jemari kaki dan tidak melipat baju dan rambut (HR. Bukhari)

16. Duduk dengan betis dan bertumpu di atas 2 tangan

17. Duduk tahiyat sambil meletakkan tangan di sisi kiri

18. Pakailah Pakaian paling indah di masjid

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al A’raaf [7]: 31)

19. Menyingkirkan kerikil di tempat sujud

Hindari tajassus, adalah mencari-cari kesalahan orang lain dengan menyelidikinya atau memata-matai

20. Sujud yang benar adalah dengan tangan turun terlebih dahulu baru kemudian lutut

Jika salah seorang dari kamu (berkehendak) sujud, maka janganlah dia menderum sebagaimana menderumnya onta, maka hendaklah dia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya (HR Ahmad)

Masing masing memiliki kesanggupan dalam ibadah, yang penting kita maksimalkan sesuai kemampuan.

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. At-Taghaabun [64]: 16).

21. Dilarang membalikkan tangan ketika salam

Dari Jabir bin Samurah ”Ketika kami shalat bersama Rasulullah , kami mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah – Assalamu alaikum wa rahmatullah” sambil berisyarat dengan kedua tangan ke samping masing-masing. Kemudian Rasulullah mengingatkan, Mengapa kalian mengangkat tangan kalian, seperti keledai yang suka lari? Kalian cukup letakkan tangan kalian di pahanya kemudian salam menoleh ke saudaranya yang di samping kanan dan kirinya. (HR. Muslim)

22. Mendahului dari imam

Sesungguhnya imam itu untuk diikuti maka jangan menyelisihinya. Apabila ia takbir maka takbirlah. Dan apabila ruku maka rukulah, dan apabila ia mengucapkan samiallahu limanhamidah, maka ucapkan : rabbana walakal hamdu, dan apabila ia sujud maka sujudlah kalian.(Muttafaq ‘alaih)

Tidakkah takut orang yg mengangkat kepalanya sebelum Imam, Allah akan merubah kepalanya menjadi kepala keledai?. Qutaibah berkata, Hammad berkata, telah berkata kepadaku Muhammad bin Ziyad, adapun sabda beliau tidakkah takut (berupa ancaman atau terjadi di Barzakh atau di neraka) (HR. Tirmidzi)

23. Jangan shalat di depan makanan

Apabila makan malam sudah tersaji, maka dahulukanlah makan malam tersebut dari shalat maghrib. Dan janganlah kalian tergesa-gesa dari makan kalian .” (HR. Bukhari)

24. Jangan shalat sambil menahan BAK atau BAB

Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan akhbatsan (kencing atau buang air besar).” (HR. Muslim)

 

Jangan melaksanakan shalat di waktu waktu yang dilarang:

Rasulullah menjelaskan alasan pelarangan waktu-waktu ini dalam sabdanya kepada Amr bin Abasah: “Tegakkanlah sholat shubuh kemudian berhentilah mengerjakan sholat, hingga matahari terbit dan agak meninggi, karena terbitnya matahari pada waktu itu di antara dua tanduk setan, dan ketika itu [sebagian] orang-orang kafir [penyembah matahari] sujud kepada matahari, kemudian setelah itu kerjakankah sholat, karena sesungguhnya sholat pada waktu itu disaksikan dan dihadiri [oleh malaikat], hingga hilangnya bayang-bayang pada sebuah tombak, kemudian tahanlah diri dari mengerjakan sholat, karena saat itu neraka jahannam sedang dibakar, kemudian jika telah muncul bayang-bayang maka kerjakanlah sholat [sunnah] karena sesungguhnya sholat pada waktu itu disaksikan dan dihadiri [oleh malaikat], hingga engkau mengerjakan sholat ashar, kemudian berhentilah mengerjakan sholat sampai matahari benar-benar tenggelam, karena waktu itu tenggelamnya matahari diantara dua tanduk setan, dan pada saat itu orang-orang kafir [penyembah matahari] bersujud menyembah matahari. (HR. Muslim)

Bolehkah shalat sambil menggendong bayi? Boleh. Rosulullah kadang kala mengangkat cucunya, Hasan, Husain, Umamah ketika sedang shalat, bahkan suatu saat ketika beliau sedang shalat, beliau menggendong cucunya yang bernama Umamah bin Abil ‘Ash, sehingga ketika sedang berdiri, beliau menggendongnya, dan ketika ruku’ dan sujud, beliau menurunkannya, padahal kala itu beliau shalat mengimami para sahabatnya.

Sebab sujud sahwi (.pen.)

“Apabila adzan dikumandangkan, maka setan berpaling sambil kentut hingga dia tidak mendengar adzan tersebut. Apabila adzan selesai dikumandangkan, maka ia pun kembali. Apabila dikumandangkan iqomah, setan pun berpaling lagi. Apabila iqamah selesai dikumandangkan, setan pun kembali, ia akan melintas di antara seseorang dan nafsunya. Dia berkata, “Ingatlah demikian, ingatlah demikian untuk sesuatu yang sebelumnya dia tidak mengingatnya, hingga laki-laki tersebut senantiasa tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat. Apabila salah seorang dari kalian tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, hendaklah dia bersujud dua kali dalam keadaan duduk.” (HR. Bukhari & Muslim)

Panduan melaksakan sujud sahwi:

Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari)

 

 


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan