Hakikat I’tikaf | Ustadz Yuke Sumeru

06. June 2017 Tausiyah 0

Hakikat I’tikaf

Taklim Ma.na – Mal @ Alam Sutera

 

Puasa artinya menahan atau mencegah. Menahan atau mencegah dari hal hal yang dilarang selama melaksanakan amalan tersebut.

Bulan Sya’ban juga merupakan bulan di mana kita sebagai seorang muslim mempersiapkan diri untuk menghadapi puasa di bulan Ramadhan dan menjadikan sebuah pemanasan sebelum menghadapi bulan Ramadhan.

Hadist yg terkait dengan i’tikaf:

“Nabi biasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun pada tahun wafatnya, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari”. (HR. Bukhari)

Untuk menyempurnakan i’tikaf, tahan diri agar tidak menjima’ pasangan suami/istri:

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri´tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS: Al-Baqarah [2]: 187).

 

Gunakan i’tikaf sebagai sarana untuk memohon ampun sebanyak-banyaknya, khususnya dosa yang pernah dilakukan sebelumnya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS: An-Nisaa [4]: 48)

 

Jika ada orang yang belum sempurna melaksanakan i’tikafnya, hormati mereka. Ada yang sanggup melaksanakan i’tikaf 20 hari terakhir Ramadhan, ada yg 10 hari terakhir, ada yang malam ganjil yg 10 hari terakhir, ada yang malam ke 25 dan 27 saja.

Dari Anas dari Nabi beliau berkata: “Berilah kemudahan dan jangan mempersulit, Berilah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari..” (HR Bukhari dan Muslim)

I’tikaf artinya berdiam atau menetap di dalam masjid dengan tujuan melakukan ibadah pada Allah baik satu macam ibadah atau beberapa macam ibadah yang disunnahkan seperti berdzikir, membaca Al-Quran, shalat sunnah dan tafakkur.

I’tikafnya Wanita Dan Kunjungannya Ke Masjid: Diperbolehkan bagi seorang isteri untuk mengunjungi suaminya yang berada di tempat i’tikaf, dan suami diperbolehkan mengantar isteri sampai ke pintu masjid.

Selama i’tikaf, perbanyak melaksanakan shalat tahajud:

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS: Al-Israa’ [17]:79)

I’tikaf disempurnakan dengan memperbanyak ibadah, mengurangi tidur.

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (QS: Adz Dzaariyaat [51]: 15-18).

(1) Hai orang yang berselimut (Muhammad), (2) bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (3) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, (4) atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (5) Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. (6) Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (7) Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). (8) Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (9) Dia-lah Tuhan masyrik dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung”. (QS. Al-Muzammil (73) : 1 – 9)

 

Bagaimana dengan wanita? Apakah boleh i’tikaf di masjid atau di rumah

Boleh salah satunya, karena ada dalilnya:

Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad)

Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di pintu-pintu rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di bagian lain di rumahnya (HR. Abu Daud)

Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia (HR. Muslim)

Jika ada perbedaan dalam menyikapi suatu hukum, pergunakan landasan yang benar, urutannya al quran, hadist, ijmak dan qiyas. Qiyas artinya menggabungkan atau menyamakan artinya menetapkan suatu hukum suatu perkara yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan dalah sebab, manfaat, bahaya dan berbagai aspek dengan perkara terdahulu sehingga dihukumi sama

Doa diantara 2 sujud memiliki makna doa yang sangat lengkap, pahami artinya sehingga kita bisa khusyuk mengucapkannya: Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihinilah aku dan cukuplah segala kekuranganku dan angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan padaku dan berilah ampunan kepadaku

Dalam melaksanakan i’tikaf, pelajari adab-adabnya:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al Isra [17]: 36)

Rasulullah bila memasuki sepuluh hari yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya (Muttafaq Alaihi)

Mengencangkan kain sarungnya maknanya tidak menggauli istrinya, Menghidupkan malamnya maknanya memperbanyak ibadah di malam hari, membangunkan keluarganya maknanya mengajak anggota keluarganya untuk i’tikaf juga.

Jikalah dahulu kita pernah melakukan dosa, saatnya i’tikaf untuk memohon ampun atas dosa tersebut:

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS. Al Hadid [57]: 4)

Saat i’tikaf, jangan mengganggu orang lain:

Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya (HR Muslim)

Jauhi kumpulan orang yang sering mencela kumpulan lain:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik (QS. Al Hujurat [49]: 11).

Setan sangat berupaya untuk menjerumuskan manusia supaya melakukan dosa.

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (QS. Yaa Siin [36]: 60).

 

Perintah untuk bersedekah di kala lapang maupun sempit :

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 133-136).

 

Setelah mengetahui tentang i’tikaf, jangan lupa bayar zakat, perbanyak infaq, sedekah.

Pengertian zakat: harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya).

Golongan orang yang berhak menerima zakat:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At Taubah [9]: 60)

Pengertian sedekah : pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.

 

Bagaimana hukumnya jika memasuki waktu subuh namun masih junub?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa (HR. Bukhari)

Ketika i’tikaf, jangan lupa atau bahkan meremehkan sahur:

Dari Anas bin Maalik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasuulullaah telah bersabda, Bersahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan (HR. Bukhari, Muslim).


Komentar, Pertanyaan dan Masukkan