KDRT | Shanty indriaty

03. March 2018 Lain-lain 0
Sejarah pembahasan kdrt :
Perjuangan penghapusan kdrt nyaring disuarakan organisasi, kelompok atau bahkan negara yang meratifikasi konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan (cedaw) melalui undang undang no 7 tahun 1984
Juga berdasarkan deklarasi penghapusan kekerasan terhadap perempuan yang dilahirkan pbb pada tanggal 20 desember 1993 dan telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia.
Bahkan di Indonesia telah disahkan undang undang no 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga
Perjuangan penghapusan kdrt berangkat dari fakta banyaknya kasus kdrt yang terjadi dengan korban mayoritas perempuan dan anak anak. hal ini berdasar sejumlah temuan komisi nasional anti kekerasan terhadap perempuan dari berbagai organisasi penyedia layanan korban kekerasan.
Di provinsi banten misalnya, hingga pertengahan tahun 2004 terdapat 5426 perempuan yang dilaporkan menjadi korban kdrt. 90% diantaranya kekerasan sebagai pekerja tkw di luar negeri
Sedangkam data yang terdapat di ruang pelayanam khusus kepolisian kota bandung, menunjukkan bahwa selama 2003-2004 terdapat kasus kekerasan fisik terhadap perempuan sementara data yang dihimpun oleh pusat layanan terpadu pemberdayaan perempuan memperlihatkan bahwa 2004 sudah mencapai 36 kaus kekerasan terhadap perempuan. dengan rincian 3 kasus pemerkosaan. 7 kasus kekerasan fisik, 26 kasus kekerasan psikis dan penelantaran ekonomi
Ta’dib :
Dalam konteks rumah tangga, suami memiliki kewajiban untuk mendidik istri dan anak anaknya agar taat kepada Allah, hal sesuai dengan firman Allah Qs At tahrim : 6
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Dalam mendidik istri dan anak anak ini. bisa jadi terpaksa dilakukan pukulan, nah pukulan yanh dalam konteks pendidikan atau ta’dib ini diperbolehkan dengan batasan batasan dan kaidah tertentu yang jelas.
Demikian pula istri yang tidak taat kepada suami atau nusyuz misalnya tidak mau melayani suami padahal tidak ada udzur (sakit atau haid) maka tidak bisa disalahkan jika suami memperingatkannya dengan pukulan yang tidak menyakitkan atau istri yang melalaikan tugasnya Sebagai ibu rumah tangga karena disibukkan berbagai urusan diluar rumah, maka bila suami melarangnya keluar rumah bukan berarti bentuk kekerasan tethadap perempuan. dalam hal ini bukan berarti suami telah menganiaya istri melainkan justru untuk mendidik istri agar taat pada syariat.
Semuanitu dikarenakan istri wajib taat kepada suami selama suami tidak melanggar syara.
namun disisi lain, selain kewajiban taat kepada suami, wanita boleh menuntut haknya seperti nafkah, kasih sayang, perlakuan baik dll.
Qs Al Baqarah : 228
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Kaidah itu antara lain pukulan yang diberikan bukan pukulan yang menyakitkan, apalagi sampai mematikan. Pukulan hanya diberikan jika tidak ada cara lain atau semua cara sudah ditempuh untuk memberi hukuman pengertian, tidak boleh memukul ketika dalam keadaan marah sekali karena dikhawatirkan akan membahayakan, tidak memukul pada bagian bagian yang vital misalnya wajah. kepala atau dada, tidak boleh memukul lebih dari 3 kali pukulan kecuali sangat terpaksa dan tidak lebih dari 10 kali, tidak boleh memukul anak dibawah usia 10 tahun, jika kesalahan baru pertama kali dilakukan, maka diberi kesempatan bertaubat dan minta maaf atas perbuatannya dll
Dengan demikian jika ada seorang ayah yang memukul anaknya dengan tidak menyakitkan karena si anak sudah berusia 10 tahun lebih namun belum mengerjakan shalat, tidak.bisa dikatakan ayah tersebut telah menganiaya, toh sekali lagi, pukulan yang dilakukan bukanlah pukulan yang menyakitkan namun dalam rangka mendidik
Para propagandis antinkdrt beranggapan bahwa kdrt adalah masalah gender yakni disebabkan adanya ketidak adilan gender.
Adanya subordinasu perempuan telah menempatkan mereka sebagau korban kekerasan oleh pria.
Dan ajaran agama dituduh melanggengkan budaya kni, beberapa syariat dicao sebagai upaya mensubordinasikan posisi wanita sehingga memicu bagi pria untuk memperlakukan wanita semena mena yang berujung pada tindak kekerasan
Jarimah
Dalam konteks rumah tangga, bentuk bentuk kekerasan memang seringkali terjadi. baik yang menimpa istri, anak anak, oembantu rumah tangga, kerabat maupun suami. misal ada suami yang memukul anaknya karena tidak menuruti perintah orangntua atau pembantu rumah tangga yang dianiaya majikan karena tidak beres menyelesaikan tugasnya. semua bentuk kekerasan dalam rumah tangga pada dasarnya dikenai sangsi karena merupakan bentuk kriminalitas (jarimah)
Sangsi pelaku kekerasan (jarimah)
1 Qadzaf, yakni melemparntuduhan misalnya menuduh wanita baik baik berzina tanpa bisa memberikan bukti yang bisa diterima oleh syariat islam, sangsi hukumannua adalah 80 kali cambukan, hal ini berdasarkam fiman Allah di dalam qs an nur : 4-5
Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan terhormat (berbuat zina), kemudian itu tidak mengemukakan empat saksi, maka hendaklah mereka didera delapan puluh kali dera­an, dan janganlah diterima ke­saksian dari mereka selama ­lamanya. Itulah orang-orang fasik.
Kecuali orang yang taubat sesudah itu dan memperbaiki. Sesungguhnya Tuhan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang
 
2. Membunuh
Yakni menghilangkan nyawa seseorang. Dalam. hal ini sangsi bagi pelakunya adalah qishos (hukuman mati). Firman Allah swt dalam Qs Al Baqarah : 179
Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
3. Mensodomi
Yakni menggauli wanita pada duburnya, haram hukumnya sehingga pelaku wajib dikenai sangsi dari ibnu abbas Rasulullah bersabda, Allah tidak akan melihat seorang laki laki yang mendatangi laki laki (homoseksual) dan mendatangi istri pada duburnya. sangsi hukumannya adalah ta’zir berupa hukuman yang diserahkan bentuknya kepada pengadilan yang berfungsi untuk mencegah hal sama terjadi.
4. Penyerangan terhadap anggota tubuh.
Sangsi hukumannya adalag kewajiban membayar diyat (100 ekor unta) tergantung dari organ tubuh yang disakiti. Penyerang terhadap lidah dikenakan sangsi 100 ekor unta. 1 biji mata 1/2 diyat (50 ekor unta) 1 kaki 1/2 diyat (50 ekor unta), luka yang samoai selaput batok kepala 1/3 diyat, luka dalam 1/3 diyat, luka sampai ke tulang dan mematahkannya 15 ekor unta. setiap jari kaki dan tangan 10 ekor unta, pada gifi 5 ekor unta, luka sampai ke tulang hingga kelihatan 5 ekor unta.
5. Perbuatan perbuatan cabul seperti berusaha melakukan zina dengan perempuan namun belum sampai melakukannya dikenakan sangsin3 tahun penjara ditambah jilid dan pengusiran. kalau wanita itu adalah orang yang berada dalam kendalinya seperti pembantu rumah tangga maka diberikan sangsi yang maksimal.
6. Penghinaan. Jika ada 2 orang saling menghina sementara keduanya tidak memiliki bukti tentang faktanya maka keduanya akan dikenakan sangsi penjara sampai 4 tahun
Relasi suami istri dalam rumah tangga :
Kehiduoan rumah tangga adalah konteks menegakkan syariat islam, menuju ridho Allah swt. suami dan istri harus saling melengkapi dan bekerja sama dalam membangun rumah tangga yang harmonis menuji derajat takwa. Allah swt berfirman dalam Qs At Taubah : 71
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Sejalan dengan itu dibutuhkan relasi yang jelas antara suami dan istri, dan tidak bisa disama ratakan tugas dan wewenangnya. Suami berhak menuntut hak haknya, seperti dilayani istri dengan baik, sebaliknya suami memiliki kewajiban untuk mendidik istri dan anak anaknya. Memberikam nafkah yang layak dan memperlakukan mereka dengan cara yang makruf
Ekonomi :
sistem kapitalisme :
1. Mengabaikan kesejahteraan seluruh umat manusia
2. Mentitik beratkan pertumbuhan dan bukan pemerataan pembangunan negara yang diongkosi utang luar negeri
3. Merajalelakan perilaku kolusi dan korupsi pada semua lini pemerintahan. telah meremukkan sendi sendi perekonomian bangsa tak kurang 70% penduduk indonesia berada dibawah garis kemiskinan. mereka tidak mampu menghidupi diri secara layak karena negara mengabaikan pemenuhan kebutuhan pokok mereka.
Himpitan ekonomi inilah yang menjadi salah satu pemicu orang berbuat nekat melakukan kejahatan termasuk muncuknya kdrt. banyak kasus kdrt menimoa keluarga miskin dipicu ketidakpuasan dalam hal ekonomi
Hukum :
Ketiadaan sangsi yang tegas dan membuat jera pelaku telah melanggengkan kekerasan atau kejahatan di masyarakat. Seperti perilaku pemerkosaan yang dihukum ringan, pelaku perzinaan yang malah dibiarkan dll
Sosial budaya :
Gaya hidup hedonistik yang melahirkan perilaku permisif, kebebasan berperilaku dan seks bebas, telah menumbuhkan subur perilaku penyimpangan seksual seperti homoseksual, lesbian, dan hubungan seks disertai kekerasan
Qs An nisa : 19
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
Poligami dianggap sebagai bentuk penindasab terhadap wanita karena ditempatkan pada posisi nomor 2, menurut mereka, jilbab juga merupakan pengekangan terhadap kebebasan wanita
Perintah istri untuk taat kepada suami dianggap sebagai pendorong suami untuk berbuat sewenang wenang dan mengendalikan wanita di dalam rumah tangga.
Pembolehan memukul istri atau anak dalam rangka mendidik mereka. dituduh sebagai penganiayaan
Ajaram sunat bagi anak perempuan dianggap bentuk kekerasan fisik terhadap perempuan
Sebaliknya, bagi kaum feminis, seorang perempuan tidak wajib untuk taat kepada suaminya, wanita tidak boleh dikekang untuk keluar dari rumah, suami harus membebaskan istrinya bekerja, pelacur dibela karena dianggap sebagai korban eksploitasi seksual dll
Kekerasan = kriminalitas
kekerasan terhadap wanita adalah bentuk kriminalitas (jarimah). dalam islam adalah tindakan melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh syariat islam. dan termasuk kategori kejahatan. sementara kejahatan dalam islam adalah perbuatan tervela yang ditetapkan oleh hukum syara, bukan yang lain. sehingga apa yang dianggap sebagai tindakan kejahatan terhadap wanita harua distandarkan pada hukum syara
Disinilah kekeliruan mendasar dari kelompok feminis yang menganggap kejahatan diukur berdasarkan pada jender korban atau pelakunya. bukan pada hukum syara. mereka membela pelacur karena dianggap sebagaibkorban, sebaliknya mereka menuduh poligami sebagai bentuk kekerasan terhadap wanita dengan anggaoan wanita telah menjadi korbannya.
Padahal kejahatan bukanlah perkara jender, pasalnya kejahatam bisa menimpa siapa saja baik laki laki maupun perempuan. dengan demikian islam pun menjatuhkan sangsi tanpa melihat apakah korbannya laki laki atau perempuan, tidak pula melihat pelakunya laki laki atau perempuan taoi dilihat apakah melanggar hukum Allah swt atau tidak
Nash ini merupakan seruan kepada para suami agar mereka mempergauli istri istri mereka secara makruf menurut ath thabari, antara lain menunaikan hak hak mereka. beberapa mufassir menyatakan antara lain bersikap adil dan giliran dan nafkah. memperbagus ucapan dan perbuatan, jika asa sesuatu yang tidak disukai pada diri istri, suami diminta bersabar dan tidak terburu buru menceraikan sebab bosi jadi pada perkara yang tidak disukasi, terdapat sisi kebaikan
Jika masing masing baik suami maupun istri menyadari perannya dan melaksanakan hak dan kewajiban sesuai syariat islam, niscaya tidak dibutuhkan kekerasan dalam menyelaraskan perjalanan biduk rumah tangga, kdrt dapat terhindarkan srbab dibangun dengan pondasi syariat islam. dikemudikan dengan kasih sayang dan diarahkan oleh keimanan.
Cara wanita bisa masuk surga :
Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.”(HR. Ahmad)
Ketika Asiyah mendapati suaminya berbuat dzolim dan menganggap dirinya Tuhan, maka Asiyah berdoa :
Qs at tahrim : 11
Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman istri Fir’aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim
Islam sangat memuliakan wanita, khususnya kaum ibu. Ayat ini mengapresiasi pengorbanan ibu dalam mengandung dan menyusui
Qs Luqman : 14
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
Surga dibawah telapak kaki ibu
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari)
Cara islam memuliakan wanita dengan cara melindungi tubuhnya dengan hijab
Qs Al ahzab : 59
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Hijab itu tidak hanya sekedar memberikan manfaat perlindungan untuk pemakainya namun juga berdampak pada keberuntungan untuk pemakainya
Qs An nur : 31
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Pentingnya meneladani akhlaq rasulullah terhadap keluarganya :
Nabi Saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku (HR Tirmidzi)
Pentingnya ibu memberikan motivasi keoada anak agar memiliki kekuatan dan ketaqwaan
Qs An Nisa : 9
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Jika memiliki suami atau istri yang belum baik, jadikan itu sebagai ladang pahala dan ujian. Selalu berdoa agar diberikan kehidupan yang lebih baik di dalam rumah tangga
Qs Al Mulk : 2
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

Komentar, Pertanyaan dan Masukkan