Meraih kesucian jiwa | Syamsul bahri

30. June 2018 Tausiyah 0
Jika memiliki kesucian jiwa. inshaAllah kita akan menjadi penduduk surga. Di surga penampilan fisik kita dikembalikan ke usia muda :
Penduduk surga akan masuk surga dalam keadaan jurdan, murdan, bercelak, di usia 30 atau 33 tahun. (HR. Ahmad)
Untuk meraih kesucian jiwa ada beberapa hal yang kita hindari, antara lain :
1. Cinta dunia
2. Takut mati
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud)
Tips lain untuk meraih kesucian jiwa :
1. Bersedekah
Ada penyesalan yang dirasakan orang yang malas bersedekah ketika dia sudah mati
Qs Al Mukminun : 99-100
Hingga apabila telah datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan
Jangan tunda sedekah, biasakan dan latih diri dengan sedekah harian sebelum kematian datang
Qs Al Munafiqun : 9-10
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”
Doa malaikat untuk orang yang rajin sedekah dan yang kikir :
Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari)
2. Menyantuni anak yatim
Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya (HR Bukhori)
 
Tujuan kita ketika setelah meninggal dunia adalah meraih husnul khotimah, diberikan balasan pahala beruoa surga
Qs al Fajr : 27-30
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.
3. Doa agar dimasukkan ke dalam surga
Allohumma Inna Nas Aluka Ridhoka wal jannah, Wa Naudzubika Min Sakhotika wannar
(Ya Alloh sesungguhnya minta kami kepada Engkau pada ridhoMu ya Alloh dan minta kami pada SyurgaMu ya Alloh dan berlindung kami dari Neraka Engkau ya Alloh)
4. Jauhi iri kepada orang lain
man arafa nafsahu arafa rabbahu
Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.
Bagaimana cara memberikan bakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia?
Antara lain mendoakan, bersedekah atas nama orang tua, menjalin silahturahim dengan kerabat orang tua.
Tidaklah seorang mayat yang meninggal itu, melainkan seperti orang yang tenggelam yang meminta pertolongan.
Dari Abi Bakar As-Shiddiq RA (Barang siapa yang memasuki kubur tanpa membawa bekal yaitu berupa amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu)
Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud)
Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim)
Jika memiliki kerabat yang bukan muslim, doakan semoga kembali ke fitrahnya sebagai muslim. Kuatkan doa :
Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)
Janganlah Mati Kecuali Dalam Keadaan Islam
Qs ali Imran : 102
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam”.

Komentar, Pertanyaan dan Masukkan