Imanpath sesi 6 | 16 Maret 2020 | Ustadz Faris BQ | Beriman kepada Takdir (Qada dan Qadar) : Rahasia bahagia dan bagaimana merayakan setiap peristiwa

16. March 2020 Tausiyah 0

Macam macam aliran yang harus diwaspadai terkait qada dan qadar :
Jabariyah adalah paham yang menyebutkan bahwa segala perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh Qadha dan Qadar Allah. Maksudnya adalah bahwa setiap perbuatan yang dikerjakan manusia tidak berdasarkan kehendak manusia, tapi diciptakan oleh Tuhan dan dengan kehendak-Nya, di sini manusia tidak mempunyai kebebasan dalam berbuat, karena tidak memiliki kemampuan.

Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan. Aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya; Ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri.

Tingkatan takdir antara lain :
1 Ilmu
2 Kitab
3 Kehendak Allah
4 Ciptaan Allah

Esensi dari iman kepada qada dan qadar adalah menerima apapun yang telah Allah putuskan kepada kita dan berusaha menjadi hamba yang terbaik.

Takdir dari kacamata manusia sebab-> akibat
Takdir dari kacamata Allah akibat -> sebab

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Doa merupakan sebab yang dengannya Allah menakdirkan sesuatu sesuai dengan ilmu-Nya, yakni akan terjadi disebabkan sesuatu (doa) tersebut, sebagaimana Allah melaksanakan takdir yang telah di tentukan-Nya melalui sebab-sebab yang lain sesuai ilmuNya

Qs Al Baqarah 216
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui

Menghindari lokasi yang terkena wabah adalah upaya manusia untuk menghindari takdir buruk
Dari ‘Amir bin Sa’ad bin Abu Waqash dari bapaknya bahwa dia (‘Amir) mendengar bapaknya bertanya kepada Usamah bin Zaid: “Apa yang pernah kamu dengar dari Rasulullah Saw tentang masalah tha’un (wabah penyakit sampar, pes, lepra)?”. Maka Usamah berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tha’un adalah sejenis kotoran (siksa) yang ditimpakan kepada satu golongan dari Bani Israil atau kepada umat sebelum kalian. Maka itu jika kalian mendengar ada wabah tersebut di suatu wilayah janganlah kalian memasuki wilayah tersebut dan jika kalian sedang berada di wilayah yang terkena wabah tersebut janganlah kalian mengungsi darinya (HR Bukhori)

Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi)

Bagaimana menghindari sedih atas komentar orang atas hal yang kita lakukan?
Qs Yunus 65
Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah.
Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui

Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

Doa adalah ibadah (HR. Tirmidzi)

Mengapa Kita Diuji?
Jika telah dicatat surga untukmu, sementara amalanmu belum sampai untuk mengantarkanmu ke sana, maka Allah akan memberimu kesusahan, kesedihan, dan sakit, hingga kau jadi layak memasuki surga karena kesabaranmu akan ujian itu.
Apakah Allah terlalu pelit sehingga untuk memasuki surga-Nya saja harus bertransaksi seperti itu? Mahasuci Allah dari sifat rendah seperti itu.
Engkau diuji untuk membuatmu satu level dengan surgamu. Engkau diuji agar nanti benar-benar mensyukuri nilai surgamu. Engkau diuji untuk diajarkan akan harga dunia yang sesungguhnya.
Tanpa itu semua, apa beda orang yang hidup menyertakan Allah dengan yang mengabaikan-Nya? Tanpa itu semua, apa beda dirimu dan penghuni neraka? Tanpa itu semua, dimana nilai surga di hadapan dunia?
Suatu hari, Allah menghalangimu dari sesuatu untuk memberimu yang lain yang lebih bernilai. Banyak peristiwa yang ketika datang tak diinginkan, tetapi kemudian mendatangkan banyak kebaikan.
Nabi SAW, kekasih Allah, diciptakan sebagai makhluk terbaik sesemesta, tapi mengapa sejak lahir diberi kesulitan dan keluputan?
Begitu lahir, ia mendapati kenyataan terlahir yatim, lalu ditolak untuk jadi anak susuan oleh para wanita Bani Saad sebelum diambil oleh Halimah, kemudian kehilangan ibu di usia 6 tahun, ditinggal wafat oleh kakek yang mengasuhnya sepenuh hati pada umur 8 tahun, hidup dengan keluarga paman yang miskin dengan 10 orang anak, dan seterusnya.
Siapa mengira, itu semua menjelma menjadi anugerah di kemudian hari. Itu semua adalah persiapan dari Allah untuknya memimpin peradaban, memiliki pengikut hingga kiamat yang tak pernah berhenti bersalawat untuknya. Dia hidup di milyaran hati anak manusia. Dan nanti dibangkitkan di tempat yang amat terhormat (maqaaman mahmuuda).
Begitupun, pada hari Yusuf as dimasukkan ke sumur oleh saudara-saudaranya, siapa yang berani berkata itu bukan kesialan dan keburukan? Tetapi itu adalah jalan yang harus ditempuh Yusuf untuk menjadi raja yang agung, yang dengannya bangsa besar Mesir selamat dari tujuh tahun paceklik. Selamatnya Mesir saat itulah yang membuat negeri ini terus hidup hingga hari ini, dengan seluruh sumbangannya kepada dunia.
Pada hari Allah perintahkan Ibrahim as menyembelih anaknya sendiri, Ismail as, siapa yang berani berkata itu mudah dan tidak jelek? Menyembelih anak! Tetapi itu cara Allah agar anak-anak yatim dan orang miskin merasakan manisnya daging kurban hingga hari kiamat. Tanpa episode penyembelihan Ismail as syariat berkurban tetap bisa diterapkan, tetapi untuk sampai berkesan di hati jutaan orang adalah hal yang berbeda.
Begitulah yang berlaku dalam kehidupanmu. Pada hari ini engkau melihatnya buruk dan sulit, tak lama kemudian kau akan mensyukurinya. Itulah tabiat ujian.
Makin cinta Allah kepada seorang hamba, makin banyak ia diuji. Ia dipersiapkan untuk masa depan yang sangat indah. Maka berbahagialah.

Komentar, Pertanyaan dan Masukkan